Bahlil Ungkap Strategi RI Hadapi Lonjakan Harga Minyak Global, Ini Solusinya

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah bakal mempercepat implementasi bahan bakar nabati (BBN). Ini dilakukan seiring meningkatnya harga minyak mentah global imbas perang di Timur Tengah.

Bahlil mengatakan, transisi menuju energi bersih seperti biodiesel campur solar 50% atau B50 dan bahan bakar campuran yang terdiri dari 20% etanol dan 80% bensin (E20) bisa menjadi salah satu solusi.

Apalagi, saat ini harga minyak global telah menyentuh level di atas US$100 per barel. Angka itu telah melampaui harga minyak dalam asumsi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026, yakni US$70 per barel.

"Karena kalau harga minyaknya fosil bisa melampaui US$100 per barel, maka itu lebih murah. Kita akan blending untuk diesel itu antara B0 dengan B40 sekarang menjadi B50. Atau kita bikin mandatory untuk bensin dan itu lebih bersih. Jadi ada beberapa langkah-langkah yang akan kita lakukan," tutur Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).

Semula implementasi E20 direncanakan dimulai pada 2028. Lebih lanjut, Bahlil  memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga Idulfitri 2026, meski harga minyak global mendidih.

Dia pun mengatakan, hingga saat ini pihaknya tak akan menaikkan harga BBM di masyarakat. Ini khususnya untuk jenis BBM subsidi seperti Pertalite dan solar.

"Saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan Hari Raya ini Insya Allah gak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi," ucapnya.

Di samping itu, dia juga memastikan bahwa stok BBM di Tanah Air masih cukup. Artinya, tidak ada isu soal ketahanan minyak.

Kendati demikian, pihaknya bakal tetap mencermati perkembangan harga minyak di tengah konflik. Pihaknya juga bakal memutar otak agar anggaran negara bisa disalurkan secara efisien.

"Kita juga akan melihat seberapa penting dan langkah apa yang harus kita lakukan dalam rangka melakukan efisiensi. Efisiensi itu adalah penyelamatan terhadap keuangan negara dan juga adalah optimalisasi terhadap seluruh energi yang kita punya," jelas Bahlil.

Baca Juga

  • Harga Minyak Dunia Mendidih, Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tak Naik
  • Bahlil Sebut RI Mulai Impor Minyak Mentah dari AS Secara Bertahap
  • Bahlil Kantongi Investor untuk Bangun Storage Minyak Berkapasitas 3 Bulan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Delpedro Cs Divonis Bebas, Polda Metro Jaya Beri Respons Begini
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi I DPR RI Minta Pemerintah Utamakan Diplomasi dan Siapkan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Pakar : Trump Menekan Iran dan Venezuela, Menunggu Keruntuhan Rezim Partai Komunis Tiongkok
• 14 jam laluerabaru.net
thumb
Jelang Idulfitri, Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara dan Huntap di Aceh Tamiang
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Buronan Jimmy Lie Ditangkap Interpol di Penang Malaysia
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.