Pantau - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan pemerintah menyiapkan bantuan benih jagung gratis untuk lahan hingga 1 juta hektare guna mempercepat peningkatan produksi jagung nasional dan mendukung target swasembada jagung di Indonesia.
Sudaryono menjelaskan keberhasilan pembangunan sektor pertanian ditopang oleh empat faktor utama yang harus dipenuhi secara bersamaan.
Ia menyampaikan, "Dalam pertanian ada empat hal yang menjadi pokok penting, yaitu benih, air atau irigasi, pupuk, dan setelah panen harganya harus dibeli dengan harga yang baik", ungkapnya.
Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan empat komponen tersebut dapat terpenuhi secara optimal.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah penyediaan benih jagung gratis bagi petani di berbagai daerah.
Sudaryono menjelaskan, "Kementerian Pertanian menyiapkan benih jagung gratis untuk 1 juta hektare lahan dari total sekitar 2,5 juta hektare lahan jagung nasional", ujarnya.
Penguatan Irigasi dan Distribusi PupukPemerintah juga memperkuat dukungan infrastruktur pertanian melalui program revitalisasi jaringan irigasi di seluruh Indonesia.
Ia menyampaikan, "Presiden telah menganggarkan Rp12 triliun untuk revitalisasi jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier pada 2025, dan program ini akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya", katanya.
Selain itu, pemerintah melakukan penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi agar petani lebih mudah memperoleh pupuk yang dibutuhkan.
Kuota pupuk bersubsidi dipastikan terpenuhi dan mekanisme distribusinya dibuat lebih sederhana.
Pemerintah juga memberikan tambahan pengurangan harga pupuk sekitar 20 persen bagi petani.
Sudaryono menyampaikan, "Pemerintah telah menetapkan harga pembelian panen, yaitu Rp6.500 per kilogram untuk padi dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung", jelasnya.
Pengembangan Jagung di Lahan Perkebunan SawitDalam dialog interaktif pada kegiatan tersebut, Kapolda Kalimantan Tengah Iwan Kurniawan melaporkan perkembangan program pengembangan jagung di wilayahnya.
Program tersebut dilakukan melalui sistem tumpang sari di lahan perkebunan kelapa sawit.
Ia menjelaskan luas perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 2,1 juta hektare sehingga membuka peluang pemanfaatan lahan sela untuk pengembangan tanaman jagung.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan kebutuhan dukungan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani.
Beberapa alat yang dibutuhkan antara lain mesin pengering atau dryer serta peralatan pendukung budidaya jagung.
Menanggapi laporan tersebut, Sudaryono memastikan pemerintah akan menindaklanjuti kebutuhan alat dan mesin pertanian tersebut.
Ia menyampaikan, "Saya minta tenaga ahli segera mem-follow up kebutuhan alsintan, termasuk pembinaan jagung di kebun kelapa sawit. Ini salah satu upaya peningkatan produksi jagung, terutama pada kebun sawit yang masih muda", ungkapnya.
Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan penanaman jagung serentak merupakan bagian dari upaya nasional memperkuat kemandirian pangan.
Ia menyampaikan, "Kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam memperkuat swasembada pangan. Kita harus memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki agar Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya", ujarnya.
Sigit mengatakan, "Kita telah menanam lebih dari 600 ribu hektare dengan potensi produksi sekitar 3,9 hingga 4 juta ton. Ke depan, targetnya adalah mencapai penanaman hingga 1 juta hektare bahkan lebih", katanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, pemerintah daerah, dan para petani, program penanaman jagung serentak diharapkan dapat memperkuat produksi jagung nasional.
Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah di Indonesia.




