Pemerintah menyiapkan bantuan benih jagung gratis untuk lahan hingga 1 juta hektare. Hal ini dilakukan untuk mendukung target swasembada jagung.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono juga menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya mempercepat peningkatan produksi jagung nasional.
“Kementerian Pertanian menyiapkan benih jagung gratis untuk 1 juta hektare lahan dari total sekitar 2,5 juta hektare lahan jagung nasional,” kata Sudaryono dikutip Senin (9/3).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pertanian ditopang empat faktor utama, yakni ketersediaan benih, irigasi, pupuk, serta kepastian harga hasil panen bagi petani.
Untuk itu, ia telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan keempat komponen tersebut terpenuhi. Salah satunya melalui penyediaan benih jagung gratis bagi petani.
“Dalam pertanian ada empat hal yang menjadi pokok penting, yaitu benih, air atau irigasi, pupuk, dan setelah panen harganya harus dibeli dengan harga yang baik,” ujarnya.
Pemerintah juga melakukan perbaikan irigasi, penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi serta memberikan tambahan insentif bagi petani. Selain itu, Sudaryono juga berkomitmen untuk menjamin harga pembelian hasil panen petani agar tetap menguntungkan.
“Pemerintah telah menetapkan harga pembelian panen, yaitu Rp 6.500 per kilogram untuk padi dan Rp 5.500 per kilogram untuk jagung,” kata Sudaryono.
Tanam Jagung di Lahan SelaSudaryono juga mendapat laporan dari Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan, soal perkembangan pengembangan jagung di Kalimantan Tengah melalui sistem tumpang sari di lahan perkebunan kelapa sawit.
Iwan menjelaskan luas perkebunan sawit di Kalimantan Tengah yang mencapai sekitar 2,1 juta hektare membuka peluang pemanfaatan lahan sela untuk pengembangan jagung.
Untuk itu, ia juga menyampaikan adanya kebutuhan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti dryer dan peralatan pendukung budidaya jagung untuk meningkatkan produktivitas petani. Merespons itu, Sudaryono memastikan pemerintah akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut.
“Saya minta tenaga ahli segera mem-follow up kebutuhan alsintan, termasuk pembinaan jagung di kebun kelapa sawit. Ini salah satu upaya peningkatan produksi jagung, terutama pada kebun sawit yang masih muda,” kata Sudaryono.




