Jumlah korban meninggal dunia akibat longsor di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, kembali bertambah. Pada Senin (9/3) sore, tim SAR menemukan satu korban lagi sehingga total korban tewas menjadi enam orang.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan pendataan korban masih terus dilakukan berdasarkan keterangan saksi dan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
"Jumlah korban masih terus dalam pendataan berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga yang kehilangan anggotanya," ujar Desiana dalam keterangannya.
Berdasarkan laporan SAR Jakarta, korban kelima ditemukan sekitar pukul 12.05 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi.
"Pukul 16.00 WIB mendapatkan informasi dari tim DVI bahwa korban yang ditemukan teridentifikasi bernama Jussova Situmorang, seorang pria berusia 38 tahun," ucap dia.
Selanjutnya, pada pukul 16.57 WIB, tim SAR menerima laporan dari pihak kepolisian bahwa dua orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, yakni Ato dan Dofir, ditemukan dalam kondisi selamat dan telah kembali ke rumah masing-masing.
Tak lama berselang, sekitar pukul 17.50 WIB, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Korban tersebut teridentifikasi bernama Hardianto.
"Korban, Hardianto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir kali tertumpuk timbunan sampah," katanya.
Jenazah Hardianto kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Desiana menyebut, berdasarkan data SAR Jakarta, total korban dalam peristiwa longsor tersebut mencapai 13 orang.
Dari jumlah itu, enam orang dinyatakan meninggal dunia, enam orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian. Proses pencarian hingga kini masih terus dilakukan.
Untuk membuka akses ke tumpukan sampah, tim SAR mengerahkan alat berat berupa backhoe serta anjing pelacak K9 guna mendeteksi keberadaan korban.
"Pencarian juga dilakukan dengan menggunakan Drone Thermal untuk penyisiran melalui udara dengan mendeteksi panas tubuh," ujar Desiana.





