AS Kritik Serangan Israel Terhadap Depot Minyak Iran

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengkritik serangan Israel terhadap fasilitas bahan bakar milik Iran. Serangan ini dinilai berpotensi memicu ketegangan regional sekaligus berdampak pada harga energi global.

Meskipun Israel telah memberi tahu militer AS sebelum operasi dilaksanakan, namun Washington tetap terkejut dengan luasnya cakupan serangan tersebut.

Axios melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, bahwa Presiden Donald Trump tidak menyukai serangan terhadap fasilitas minyak karena khawatir akan memicu kenaikan harga bensin.

“Presiden tidak menyukai serangan terhadap fasilitas minyak. Ia ingin menyelamatkan minyak itu, bukan membakarnya. Dan hal itu mengingatkan orang pada kenaikan harga bensin,” kata seorang penasihat Presiden AS Donald Trump, dikutip dari ANTARA, Selasa (10/3).

Serangan tersebut dikhwatirkan akan berdampak strategis yang berbalik arah dengan memperkuat dukungan publik terhadap kepemimpinan Iran serta mendorong kenaikan harga minyak global.

“Kami tidak berpikir itu adalah ide yang baik,” kata seorang pejabat senior AS tersebut.

Para pejabat AS juga menilai serangan tersebut dapat memperkuat dukungan publik terhadap kepemimpinan Iran serta mengguncang pasar energi global.

Dalam lapran Axios, serangan Israel terhadap Iran terjadi pada Sabtu (7/3/2026) dengan menargetkan sekitar 30 depot bahan bakar di berbagai wilayah, jumlah tersebut melebihi perkiraan pejabat AS, meskipun sebelumnya Israel telah memberi tahu Washington mengenai operasi tersebut. 

Baca Juga: Menlu China Desak AS-Iran Hentikan Perang: Senjata Adalah Alat Malapetaka

Usai serangan, kebakaran besar dilaporkan terjadi di ibu kota Iran, Teheran, dengan asap tebal membubung di atas tangki penyimpanan bahan bakar dan kawasan industri. 

Militer Israel menyatakan depot bahan bakar yang diserang digunakan pemerintah Iran untuk memasok kebutuhan energi, termasuk bagi unit-unit militernya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengusaha Lokal Didorong Genjot Ekonomi Jakarta
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Puluhan Mahasiswa Ikuti Program Pertukaran Pelajar Internasional UMN
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Eks Pj Gubernur Sulsel Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Bibit Nanas Rp 60 M
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Pagi Ini Menguat 57 Poin Jadi Rp16.892
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Bakal Beli Rudal Supersonik BrahMos India
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.