Realisasi Penyaluran KUR di Malang Raya Capai Rp1,12 Triliun

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG — Realisasi penyaluran KUR di wilayah kerja (Wilker) KPPN Malang mencapai Rp1,126 triliun sampai Februari 2026.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang, Muhammad Rusna, mengatakan realisasi penyaluran KUR mencakup kepada 17.192 debitur, naik 16,93% secara tahunan dari sisi volume dan 3,57% dari sisi debitur.

“Penyaluran KUR terbesar diserap Kabupaten Malang sebesar Rp583,792 miliar,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Penyaluran KUR di Kab. Malang sebesar itu, diperuntukkan 9.001 debitur, naik 10% (volume) dan 0,99% (debitur).

Kabupaten Pasuruan Rp253,958 miliar untuk 4.697 debitur, naik 13,21% (volume) dan 4,82% (debitur); Kota Malang Rp183,994 miliar untuk 2.221 debitur, naik 56,27% (volume) dan 12,86% (debitur).

Selanjutnya, Kota Batu Rp75,863 miliar untuk 803 debitur, naik 21,32% (volume) dan 5,66% (debitur); Kota Pasuruan Rp28,805 miliar untuk 470 debitur, 2,70% (volume) dan turun 1,67% (debitur).

Baca Juga

  • Realisasi Pendapatan Negara di Wilker KPPN Malang Capai Rp15,97 Triliun
  • Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang 2025 Tembus 5,9%

Untuk penyaluran kredit Ultra Mikro (UMi), kata dia, mencapai Rp31,627 miliar untuk 5.164 debitur, naik 11,16% (volume) dan turun 17,24% (debitur).

Daerah yang paling banyak UMi, yakni Kab. Malang mencapai Rp14,21 miliar untuk 2.360 debitur, turun 12,81% (volume) dan -34,84 (debitur); Kab. Pasuruan Rp10,929 miliar untuk 1.713 debitur, naik 50,09% (volume) dan 12,11% (debitur).

Kota Malang Rp2,819 miliar untuk 482 debitur, turun 11,20% (volume) dan -35,82% (debitur); Kota Pasuruan Rp2,338 miliar untuk 370 debitur, naik 103,97% (volume) dan 59,48% (debitur), dan Kota Batu Rp1,330 miliar untuk 239 debitur, naik 140,38% (volume) dan 123,36% (debitur).

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai peningkatan penyaluran KUR ini menjadi angin segar bagi perekonomian daerah karena UMKM terus bergeliat menyambut peningkatan konsumi pada momen Ramadan dan Idulfitri 2026. 

Dengan pendampingan yang dilaksanakan oleh lembaga penyalur KUR maupun pemerintah daerah, kata dia, maka diharapkan UMKM yang baru tumbuh maupun yang sudah berkembang dapat berjalan secara berkelanjutan dan memiliki resiliensi yang tinggi terhadap gejolak ekonomi. 

Meski saat ini dihantui oleh kenaikan bahan baku maupun energi sebagai dampak agresi Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, Joko berharap pemerintah mampu memberikan jaminan keamanaan energi maupun kelancaran bahan baku impor karena hal dapat memicu inflasi yang bersumber dari imported inflation

“Momen Ramadan dan Lebaran ini diharapkan mampu melahirkan embrio-embrio usaha mikro baru yang akan terus tumbuh dan berkembang menyangga perekonomian daerah,” ucapnya. (K24)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkeu telah salurkan THR bagi 2 juta pegawai dan 3,6 juta pensiunan
• 2 menit laluantaranews.com
thumb
OJK Cabut Izin Usaha BPR Koperindo Jaya di Jakarta Pusat Setelah Gagal Melakukan Penyehatan Keuangan
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Foto: Antrean Panjang Kendaraan Bermotor Saat Krisis BBM di Vietnam
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Banyak Pelanggaran, Pemprov Tinjau Ulang Izin Lapangan Padel di Jakbar
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Arahan Danantara Telkom (TLKM) Lepas AdMedika, Fullerton Health Siap Akuisisi
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.