Studi Terbaru Ungkap Suhu Bumi Naik Lebih Cepat dari Perkiraan

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN — Penelitian terbaru menunjukkan laju pemanasan global meningkat tajam dalam satu dekade terakhir. Analisis ilmiah menemukan tren kenaikan suhu bumi sejak 2015 jauh lebih cepat dibandingkan beberapa dekade sebelumnya.

Studi yang dilakukan ilmuwan dari Potsdam Institute for Climate Impact Research (PIK) menunjukkan, setelah menghilangkan pengaruh variabilitas alam terhadap suhu global, tren pemanasan global melonjak signifikan secara statistik sejak 2015. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters.

Baca Juga
  • Lawan Pemanasan Global dari Meja Makan Selama Ramadhan
  • Data Iklim 2025 Ungkap Laju Pemanasan Global Kian Cepat

Para peneliti memperkirakan rata-rata pemanasan global dalam 10 tahun terakhir mencapai sekitar 0,35 derajat Celsius per dekade. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode 1970 hingga 2015 yang rata-rata sekitar 0,2 derajat Celsius per dekade. Temuan tersebut menjadi yang tertinggi sejak pencatatan suhu global modern dimulai pada 1880.

“Kini kita bisa menunjukkan secara statistik betapa kuat dan signifikan percepatan pemanasan global terjadi sejak 2015,” kata pakar statistik sekaligus salah satu penulis studi Grant Foster seperti dikutip dari laman Phys.org, Senin (9/3/2025).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Foster dan timnya menyaring pengaruh fenomena alam dari data observasi untuk mengurangi apa yang mereka sebut sebagai “noise”. Langkah ini bertujuan memperjelas tren pemanasan global jangka panjang yang terutama dipicu aktivitas manusia.

Fenomena alam jangka pendek seperti El Niño, erupsi gunung berapi, serta siklus aktivitas Matahari kerap menyebabkan fluktuasi suhu yang dapat menutupi tren pemanasan global sebenarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ESG Now (@esg.now)

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Perang Iran, Kim Jong-un Ungkap Betapa Senjata Nuklir Menjadi Kunci Keberlangsungan Rezim
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gus Ipul Jalin Silaturahmi dan Bagikan Paket Sembako Untuk 1500 KPM di Pasuruan
• 28 menit lalukumparan.com
thumb
THR Cepat Habis? Ini Cara Mengelolanya Agar Tetap Aman Setelah Lebaran
• 3 menit lalumedcom.id
thumb
Merespons Cepat Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir dan Longsor, TNI AD Bangun 35 Jembatan Bailey di Aceh
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
SD dan SMP Gelar Gladi Bersih TKA, Simak Jenis dan Bentuk Soalnya
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.