jpnn.com, ACEH - TNI Angkatan Darat membangun 35 unit jembatan Bailey di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh guna mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah yang sempat terganggu akibat bencana hidrometeorologi.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan jembatan yang dilaksanakan TNI di berbagai wilayah Indonesia, di mana hingga saat ini telah rampung sebanyak 218 jembatan.
BACA JUGA: Waka MPR Soroti Longsor Bantargebang, Alarm Krisis Sampah, Perlu Solusi
Pembangunan jembatan Bailey dilakukan sebagai respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur akibat banjir dan tanah longsor yang sempat menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di sejumlah daerah.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. menegaskan percepatan pembangunan jembatan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
BACA JUGA: Tim BTB Evakuasi Puluhan Warga Terdampak Banjir di Kembangan
“Pembangunan jembatan ini merupakan komitmen TNI AD untuk membantu masyarakat agar akses transportasi kembali normal dan aktivitas ekonomi dapat pulih dengan cepat,” ujar Jenderal Maruli dalam keterangannya pada Selasa (10/3/2026).
Sebanyak 35 jembatan Bailey tersebut dibangun di sejumlah wilayah di Aceh, antara lain di Kabupaten Bireuen meliputi Teupin Mane, Teupin Redeup, Cot Jeumpa, Matang Bangka, Kuta Blang, dan Laut Jangka.
BACA JUGA: Presiden Prabowo: KSAD Jenderal Maruli Lakukan Hal Besar Bila Capai Target Pembangunan Jembatan
Di Kabupaten Aceh Utara pembangunan dilakukan di Panton Nisam, Buket Dara, Matang Serdang, Alue Leuhop, Teupin Reseup, Bluka Teubai, Kubu, dan Brigif.
Selanjutnya di Kabupaten Aceh Timur jembatan dibangun di Baroh Bogeng dan Seunebok, di Kabupaten Nagan Raya di Beutong Ateuh, serta di Kabupaten Bener Meriah meliputi Timang Gajah, Jamur Ujung, Wehni Rongka, Bener Kelipah, Uning Baro, Bener Pepanyi, Rembele, dan Jalur Pacuan Kuda.
Sementara di Kabupaten Aceh Tengah jembatan dibangun di Krueng Pelang dan PLTA Angkup, di Kabupaten Aceh Singkil di Telaga Barat dan Lae Sipola, serta di Kabupaten Aceh Tamiang di Bandar Baru.
Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga mengerahkan satuan Zeni untuk membantu membuka akses jalan yang tertutup longsor, melakukan normalisasi sungai, serta mendukung pemulihan berbagai fasilitas umum di wilayah terdampak bencana.
Jenderal Maruli menegaskan bahwa TNI AD akan terus hadir bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus memastikan konektivitas antarwilayah dapat kembali berjalan dengan baik.(fri/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... KSAD Jenderal Maruli Resmikan Jembatan Garuda di Lhokseumawe
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




