Jakarta, CNBC Indonesia - Sederet saham konglomerat masih berguguran sampai kemarin Senin (9/3/2026). Namun, nama-nama orang terkaya di RI masih belum banyak berubah, yang teratas masih Prajogo Pangestu.
Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires Index per 9 Maret 2026, konglomerat Prajogo Pangestu masih menempati posisi teratas sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan bersih sekitar US$22,7 miliar.
Meski demikian, nilai kekayaannya mengalami koreksi sekitar US$2 miliar dalam sehari, seiring dengan pelemahan sejumlah saham yang berada di bawah naungan Barito Group.
Tekanan terhadap kekayaan Prajogo tidak terlepas dari pergerakan beberapa saham afiliasinya yang mengalami penurunan cukup signifikan pada Seni kemarin.
Beberapa emiten yang tercatat melemah antara lain PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), PT Petrosea Tbk. (PTRO), serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).
Penurunan harga saham-saham tersebut secara langsung memengaruhi valuasi kepemilikan Prajogo, mengingat sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan tersebut.
Kendati demikian, posisi Prajogo sebagai orang terkaya di Indonesia masih relatif kokoh. Hal ini tidak terlepas dari besarnya kapitalisasi pasar sejumlah perusahaan yang berada di bawah grup bisnisnya.
Emiten seperti Barito Renewables Energy (BREN), misalnya, saat ini masih tercatat sebagai salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selain BREN, beberapa emiten lain di bawah Barito Group seperti TPIA, BRPT, CUAN, CDIA, dan PTRO juga memiliki nilai pasar yang tergolong besar dan berkontribusi signifikan terhadap kekayaan Prajogo.
Di sisi lain, posisi orang terkaya kedua di Indonesia kini ditempati oleh Robert Budi Hartono, salah satu pemilik Grup Djarum. Kekayaan bersihnya tercatat sekitar US$18,8 miliar, meskipun juga mengalami sedikit penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Kekayaan Robert Hartono sebagian besar berasal dari kepemilikannya di sejumlah perusahaan besar, terutama di sektor perbankan dan telekomunikasi.
Sementara itu, Low Tuck Kwong, pengusaha tambang batu bara sekaligus pemilik Bayan Group, menempati posisi ketiga dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan sekitar US$18,4 miliar. Sebelumnya, Low Tuck Kwong sempat berada di posisi kedua, namun pergerakan harga saham di sektor batu bara turut memengaruhi nilai kekayaannya sehingga posisinya bergeser dalam daftar tersebut.
Di bawahnya terdapat Michael Hartono, saudara dari Robert Budi Hartono, dengan kekayaan bersih sekitar US$18,1 miliar.
Keluarga Hartono dikenal sebagai pemilik Grup Djarum yang memiliki berbagai bisnis besar, termasuk kepemilikan mayoritas di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) serta investasi di sektor infrastruktur telekomunikasi melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR).
Selanjutnya, posisi berikutnya ditempati oleh Anthoni Salim, pewaris Grup Salim, dengan kekayaan sekitar US$11,8 miliar.
Selain bisnis konsumer dan makanan, Anthoni Salim juga memiliki portofolio investasi yang cukup besar di pasar modal Indonesia, termasuk di sektor teknologi dan infrastruktur digital.
Adapun berikut deretan orang terkaya RI paling update per 9 Maret 2026:
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(mae/mae) Add as a preferredsource on Google




