Menangkal Petaka Jalan Berlubang di Jalur Mudik Jatim-Bali 

kompas.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jalan berlubang di Jawa Timur dan Bali masih berpotensi menyambut pemudik yang lengah saat momen Lebaran 2026. Sejumlah perbaikan diklaim dikebut demi mencegah hal buruk datang tidak diundang.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, hanya dalam kurun waktu 2,5 bulan atau sejak Januari – awal Maret 2026, muncul 17.787 lubang di jalan nasional Jatim dan Bali.

Dari jumlah tersebut, 17.237 lubang sudah berhasil ditangani sehingga tersisa 550 lubang. Sebanyak 492 lubang diantaranya tersebar di 38 kabupaten dan kota Jatim. Sedangkan 58 lubang lainnya ada di Bali.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Suramadu. Di sana, terdapat 1.009 titik lubang jalan dan penambahan lubang baru hingga 339 titik. Dari jumlah tersebut, 1.341 titik sudah ditutup. Masih 7 lubang yang belum diperbaiki.

Data juga menyebut, kondisi lubang dan kerusakan di jalan nasional di wilayah Jatim dan Bali sangat beragam. Ada lubang yang diameternya kecil tetapi kerusakannya dalam.

Sebaliknya, terpantau juga lubang berdiameter lebar tetapi dangkal. Tidak sedikit lubang yang lebar, kerusakannya dalam, dan digenangani air.

Akan tetapi, tak peduli ukurannya, lubang di jalan raya tetap sama-sama berbahaya. Kecelakaan memicu kematian, bisa kapan saja terjadi. Pengendara sepeda motor menjadi yang paling terancam.

Selain itu, jalan berlubang juga rawan merusak kendaraan. Pecah ban, pelek bengkok, serta kerusakan suspensi menjadi akibatnya.

Saat bersamaan, jalan rusak dan berlubang dapat memicu kemacetan. Biasanya, kendaraan yang melintasinya harus berjalan pelan.

Baca JugaJalan Berlubang dan Proyek Mangkrak Kota Baru Lampung

Untuk meminimalkan dampak-dampak buruk itu, Kepala BBPJN Jatim–Bali Javid Hurriyanto mengatakan, bakal segera menutup lubang tersisa. Tim khusus penutup lubang telah dikerahkan.

Targetnya pun sudah ditetapkan. Penambalan lubang diklaim selesai dalam waktu dua hari atau maksimal H-10 Lebaran.

“Namun, pekerjaan ini bersifat penanganan sementara. Setelah Lebaran, baru dilakukan penanganan permanen,” ujar Javid, Senin (9/3/2026) malam di Sidoarjo.

Penanganan cepat terhadap lubang, kata Javid, bakal dilakukan melalui metode patching. Metode ini menggunakan alat Cold Milling Machine (CMM) untuk mengelupas, mengeruk, dan meratakan lapisan aspal rusak. Fokus utama pada ruas jalan dengan volume lalu lintas tinggi.

“Kami ingin memastikan tidak ada lubang terbuka di jalur-jalur utama mudik. Harapannya, saat puncak arus mudik kondisi jalan sudah optimal dan aman dilalui,” kata Javid.

Meski begitu, BBPJN Jatim-Bali mengatakan, secara keseluruhan, kondisi infrastruktur jalan nasional di wilayahnya siap mendukung arus mudik dan balik warga menjelang Idul Fitri 2026. 

Baca JugaProtes Jalan Rusak Warga Sidoarjo

Sepanjang semester II tahun 2025, tingkat kemantapan jalan nasional di Jatim mencapai 93,27 persen atau sekitar 2.107 kilometer. Sementara di Bali, tingkat kemantapan jalan nasional mencapai 97,13 persen atau sekitar 570 km.

Mitigasi jalan rusak memang harus disiapkan diri. Kabar warga tewas dipicu hal ini sudah kerap terjadi. Tidak hanya di jalan nasional tapi juga jalan provinsi dan jalan kabupaten.

Di Sidoarjo, Jatim, misalnya, pengendara motor meninggal akibat kecelakaan di Jalan Lingkar Timur, Jumat (6/3/2026). Kasiadi (63) warga Singosari, Malang, jatuh saat berupaya menghindari jalan rusak dan berlubang. Ironisnya, korban lalu ditabrak truk dari arah berlawanan.

Kasiadi bukan satu-satunya korban jalan rusak dan berlubang di Sidoarjo. Sejumlah kecelakaan lainnya kerap terjadi memicu luka hingga korban jiwa.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, telah menurunkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk memperbaiki Jalan Lingkar Timur. Bahkan saat ini sudah dilakukan percepatan perbaikan guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Perbaikan di Jalan Lingkar Timur biasanya dikerjakan pada malam hari karena kondisi jalan tersebut yang padat lalu lintas. Namun, untuk percepatan perbaikan saat ini pekerjaan juga dilakukan pada siang hari,” ujar Subandi.

Baca Juga”Kebun Pisang” Sidoarjo Ada di Tengah Jalan

Dia menambahkan Sidoarjo memiliki 18 kecamatan dimana setiap kecamatan terdapat jalan rusak dan berlubang. Untuk mempercepat perbaikan jalan pemda telah mengalokasikan anggaran program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan.

Tujuannya, agar setiap kecamatan bisa melakukan perbaikan jalan secara mandiri sehingga pelaksanaanya bisa lebih cepat tanpa menunggu tim dari Dinas PUBM Sidoarjo. Saat ini, dari 25 titik jalan rusak dan berlubang, sebanyak 16 titik sudah diperbaiki sehingga tersisa 9 titik. Perbaikan jalan ditarget tuntas sebelum hari H-lebaran.

Janji Pemkab Sidoarjo benar-benar ditunggu terealisasi. Geraknya mesti lebih cepat dari inisiatif warga yang jengah dengan kinerja pemda. Salah satunya dilakukan Riaman yang kerap berkeliling desa menambal jalan berlubang di Sidoarjo.

“Kami melakukan aksi ini karena tidak ingin pengguna jalan celaka. Namun, kemampuan kami sangat terbatas. Oleh karena itu, kami berharap pemda cepat tanggap, jalan rusak jangan dibiarkan berlama-lama,” ucap Riaman.

Pakar transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, kesiapan infrastruktur jalan memiliki peran memuluskan agenda mudik tahunan. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh hanya terpaku pada jalan tol melainkan harus memerhatikan kelayakan jalan arteri.

Alasannya, selain menyelamatkan nyawa, kelayakan jalan nasional saat arus mudik lebaran bisa menjadi solusi mengurai penumpukan kendaraan di tol. Pemudik punya pilihan jalur alternatif yang setara  baik dari segi keamanan maupun kenyamanan.

“Realitanya, ditengah tingginya curah hujan dan persiapan mudik lebaran, masih sering dijumpai jalan rusak dan akses yang belum terbangun sempurna,” ucap Djoko.

Kondisi itu, menurut Djoko bukan sekedar masalah teknis melainkan hambatan nyata yang melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial. Kerusakan jalan menunjukkan pemeliharaan yang buruk dan lemahnya pengawasan terhadap beban kendaraan.

Kisah jalan rusak saat mudik Lebaran seharusnya tak menjadi kisah usang yang terus muncul setiap tahun. Saat dibiarkan, nyawa orang-orang tersayang bisa saja melayang.

Baca JugaJalan Berlubang di Lintas Timur Sumatera

 

 

 

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Jelaskan Simulator Berkuda yang Viral, Harganya Rp 1 Miliar
• 13 jam lalukompas.com
thumb
270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Imbas Konflik Timteng
• 12 jam laludetik.com
thumb
Cara Cerdas Pakai THR untuk Belanja Lebaran Tanpa Bikin Dompet Jebol
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Mudik Lebaran 2026, Tol Bawen Ambarawa Dibuka Fungsional 13-30 Maret
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Iran Akan Buka Selat Hormuz untuk Negara yang Usir Dubes AS-Israel
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.