Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyiagakan sebanyak 3.000 tenaga kesehatan untuk memberikan layanan medis selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Ribuan tenaga medis tersebut akan ditempatkan di 20 pos kesehatan yang tersebar di berbagai titik strategis jalur mudik guna memastikan pemudik mendapatkan pelayanan kesehatan selama perjalanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan pos kesehatan tersebut akan mulai beroperasi pada 14 Maret hingga 29 Maret 2026. Pengoperasian posko kesehatan itu menyesuaikan dengan kebijakan nasional dari Kementerian Kesehatan serta dukungan pengamanan arus mudik yang dilakukan aparat kepolisian melalui Operasi Ketupat Lodaya.
“Pelayanan pos kesehatan dimulai pada 14 Maret hingga 29 Maret 2026 untuk mendukung pengamanan arus mudik dan balik Lebaran,” kata Eni, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, keberadaan pos kesehatan menjadi bagian penting dalam sistem pengamanan mudik, terutama untuk mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan yang kerap dialami pemudik selama perjalanan jarak jauh.
Dari total 20 pos kesehatan yang disiapkan, empat di antaranya ditempatkan di jalur tol yang menjadi salah satu titik padat lalu lintas kendaraan. Pos tersebut berada di Rest Area KM 207 A, 208 B, 228 A, dan 229 B.
Baca Juga
- BI Wanti-Wanti Warga Cirebon Waspadai Uang Palsu jelang Lebaran
- Hari ke-19 Ramadan, Harga Cabai Rawit Tembus Rp105.250/Kg di Cirebon
- BI Cirebon Siapkan Rp3,89 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Lebaran 2026
Selain di jalur tol, sebagian besar pos kesehatan juga didirikan di jalur arteri atau jalan utama yang sering dilalui pemudik yang menuju wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Barat bagian timur.
Beberapa titik tersebut antara lain berada di kawasan Bunder, Junjang, Ramayana Kedawung, Kapetakan, Celancang, Pasar Mundu, Exit Tol Kanci, Gebang, serta Losari.
Sementara itu, pos kesehatan lainnya ditempatkan di sejumlah wilayah penyangga yang juga menjadi jalur perlintasan pemudik, seperti Dukupuntang, Mountoya, Lemahabang, dan Ciledug.
Untuk mendukung operasional pos kesehatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengerahkan total sekitar 3.000 tenaga kesehatan. Mereka terdiri dari 188 dokter, 928 perawat, 736 bidan, serta 1.211 tenaga kesehatan lainnya yang berasal dari berbagai fasilitas layanan kesehatan di daerah tersebut.
Para tenaga kesehatan tersebut akan bekerja secara bergiliran dalam tiga shift, yaitu pagi, siang, dan malam. Sistem ini diterapkan agar pelayanan kesehatan dapat berlangsung selama 24 jam penuh selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
“Petugas akan bekerja secara bergantian dalam tiga shift agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa henti,” ujar Eni.
Selain menyiapkan tenaga medis, Dinas Kesehatan juga memastikan ketersediaan berbagai kebutuhan pendukung pelayanan kesehatan di setiap posko. Fasilitas tersebut meliputi obat-obatan, peralatan medis dasar, hingga mobil ambulans yang disiagakan untuk penanganan kondisi darurat selama perjalanan mudik.
Eni menjelaskan, ribuan tenaga kesehatan yang dilibatkan dalam pelayanan mudik berasal dari 60 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Cirebon. Tidak hanya itu, sebanyak 13 rumah sakit juga turut dilibatkan untuk memperkuat sistem layanan kesehatan selama periode mudik Lebaran.
Dukungan pelayanan kesehatan juga datang dari sektor swasta. Sebanyak 85 klinik pratama dan 25 klinik utama di wilayah Kabupaten Cirebon turut disiapkan untuk membantu pelayanan jika terjadi lonjakan kebutuhan medis selama arus mudik maupun arus balik.
Menurut Eni, keterlibatan berbagai fasilitas kesehatan tersebut bertujuan memastikan masyarakat yang melakukan perjalanan jauh tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah.
“Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran menjadi perhatian kami, khususnya dalam memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap tersedia,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan kondisi tubuh dengan baik sebelum berangkat.
Pemudik disarankan memastikan kondisi fisik tetap prima dengan istirahat cukup, mengonsumsi makanan yang seimbang saat sahur, serta menambah asupan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh selama perjalanan.
Selain itu, pengemudi juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Mereka disarankan beristirahat minimal setiap empat jam perjalanan guna menghindari risiko kelelahan yang dapat memicu kecelakaan.
“Jika sudah merasa lelah, jangan dipaksakan. Istirahatlah setiap empat jam agar kondisi tubuh tetap terjaga selama perjalanan,” kata Eni.





