Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Pidie Jaya
Sebanyak 29 sekolah hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, resmi dioperasikan. Peresmian dipusatkan di SMA Negeri 1 Meureudu dan menjadi bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan pascabencana di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Murthalamuddin, mengapresiasi komitmen Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang berulang kali mengunjungi Aceh untuk memantau langsung pemulihan sektor pendidikan.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling cepat pulih setelah bencana berkat dukungan program prioritas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Pemulihan pendidikan di Aceh berjalan cukup pesat pascabencana. Hal ini tidak lepas dari kerja keras Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan jajaran melalui berbagai program revitalisasi,”kata Murthalamuddin dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia berharap keberhasilan revitalisasi sekolah dapat menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mempercepat pemulihan pendidikan di wilayah terdampak banjir di Aceh.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan program revitalisasi sekolah di daerahnya berjalan secara bertahap dan menunjukkan hasil yang positif. Pada 2025, program tersebut telah mencakup 29 satuan pendidikan, terdiri dari 3 taman kanak-kanak, 16 sekolah dasar, 4 sekolah menengah pertama, 4 sekolah menengah atas, dan 2 sekolah menengah kejuruan.
Ia menilai revitalisasi sekolah menjadi langkah penting untuk memastikan proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman bagi para siswa di tengah kondisi pascabencana.
“Kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Pidie Jaya serta memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi seluruh warga sekolah,”ungkap Sibral.
Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh atas kerja sama yang baik dalam upaya pemulihan pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan kembali sarana dan prasarana pendidikan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kita harus bangkit menghadapi berbagai tantangan. Dengan kerja sama dan keyakinan bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan, saya yakin kita bisa menyelesaikan berbagai persoalan bersama,”ujar Mu’ti.
Ia juga menegaskan bahwa pada 2026 Kemendikdasmen akan melanjutkan program revitalisasi sekolah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut akan diprioritaskan bagi tiga kategori sekolah, yaitu sekolah terdampak bencana, sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat, serta sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Melalui program revitalisasi ini, pemerintah berharap fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana dapat pulih lebih cepat sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berjalan secara optimal.
Editor: Redaksi TVRINews





