FAJAR, MAKASSAR — Jembatan Pasar Sentral Kabupaten Maros akan ditambah. Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menyiapkan anggaran.
Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur mengatakan, bahwa saat ini rencana pembangunan duplikat jembatan di Maros itu dalam tahap pembebasan lahan. Ia mengaku tidak ada kendala dalam proses tersebut.
“Sebenarnya tidak ada menjadi kendala. Tinggal mau dibangun saja, komunikasi dengan masyarakat di situ, untuk memperjelas batas-batasnya,” ungkapnya, usai menghadiri rapat bersama BBPJN dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 9 Maret 2026.
Muetazim menyampaikan ada sembilan bidang tanah yang akan dibebaskan. Pengukuran ulang akan kembali dilakukan. Sehingga proyek pengerjaan duplikat jembatan bisa dimulai dalam waktu dekat.
“Untuk sementara kendala itu ada, tapi kami pemerintah daerah tetap berupaya untuk menyelesaikan kendala,” bebernya.
Kepala BBPJN Sulsel Indra Cahya Kusuma menjelaskan pembebasan lahan duplikat jembatan Maros berasal dari anggaran Pemprov Sulsel yang diserahkan ke Pemkab Maros. Pembangunan duplikasi jembatan maros membutuhkan biaya Rp54,6 milliar.
“Karena jembatan sekarang masih dua lajur, dua arah sedangkan secara jalan itu sudah empat lajur, dua arah. Itukan Jl Sudirman, itu jalan strategis poros Makassar, Maros, Pangkep,” bebernya.
Ruas jalan nasional sudah di sana sudah empat lajur dan dua arah, namun jembatan baru dua lajur dan dua arah yang menyebabkan adanya bottleneck di jembatan. Sehingga dibutuhkan duplikasi jembatan Maros.
“Tahun ini tersedia Rp10 m, pengerjaannya tahun jamak 15 bulan. Arahan Pak Gubernur sambil paralel pembebasan lahan, proses barang dan jasa sehingga diharapkan akhir April atau awal Mei sudah mulai fisiknya,” ungkapnya.
BBPJN meminta ada percepatan progres pembebasan lahan. Dari sembilan bidang, yang memiliki alas hak hanya tujuh bidang. Dana yang disiapkan Pemprov untuk pembebasan lahan sebesar Rp8 miliar.
“Ada tiga bentang, panjangnya 103 meter. Terdiri dari 3 bentang, tambahan 2 pilar, jembatan gunakan konstruksi PCU Beton,” tambahnya.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengutarakan bahwa Pemprov menyiapkan skema bantuan keuangan untuk pembebasan lahan duplikat jembatan Maros.
Tahun lalu sudah teralokasi sebelumnya, namun belum berhasil dibebaskan sehingga kembali dianggarkan.
“Kita mau lakukan pengerjaan konstruksi jembatan di Maros, ini dalam rangka koordinasi, karena anggarannya sudah ada tahun ini dari Balai, maka diperlukan skema-skema pembebasan lahan,” tandasnya. (uca)





