Puan Sampaikan Duka Cita Tewasnya Ali Khamenei yang Gugur di Serangan Israel-AS

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Ungkapan duka cita disampaikannya dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang IV Tahun 2025/2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

"Atas nama pimpinan dan anggota DPR RI kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei Pimpinan Tertinggi Republik Islam Iran yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026," kata Puan dalam pidatonya.

Puan menegaskan, Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan perdamaian serta keadilan sosial.

Baca juga: China Bela Mojtaba Khamenei, Tolak Upaya Israel Menargetkan Pemimpin Baru Iran

"(Indonesia) menyampaikan simpati yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit ini," ucapnya.

Puan menegaskan saat ini dunia sedang menyaksikan konflik geopolitik yang diselesaikan menggunakan kekuatan militer.

Menurutnya, ketegangan yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran menunjukkan dinamika hubungan internasional yang sarat kepentingan strategis, dominasi keamanan regional, serta persaingan kekuatan global.

Puan menyebut konflik di Timur Tengah yang menggunakan kekuatan militer telah mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara.

"Memperlihatkan dominasi negara tertentu atas negara lain. Mengabaikan peran lembaga multilateral dalam mencegah konflik yang lebih luas, serta kegagalan sistem keamanan global yang tidak lagi mampu menjamin keseimbangan kepentingan antar negara," tegasnya.

Baca juga: Trump Tak Senang Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Apa Katanya?

Oleh karenanya, Puan mendorong pentingnya peran hukum internasional, lembaga internasional dalam menjaga perdamaian, keadilan, stabilitas dunia, serta hak negara dalam mempertahankan kedaulatannya.

"Konflik antara AS Israel dan Iran tidak hanya mencerminkan pertentangan kepentingan di tingkat regional tapi juga menggambarkan tantangan besar bagi tata kelola global ke depan," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Setelah serangan itu, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat.

Associated Press menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Amerika Serikat (AS) disebut turut terlibat dalam serangan tersebut.

Baca juga: Prabowo Akhirnya Buka Suara soal Konflik Timur Tengah, Akui Ada Kesulitan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam serangan itu, Ali Khamenei dan beberapa anggota keluarga lainnya tewas.

Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Lebaran, Pemkot Tangsel Pantau Harga Sembako dan Siapkan Pengamanan Mudik
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gubernur Sumut Ingatkan Pejabat Pemprov Baru Hindari Pungli
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kantor Ombudsman RI dan Rumah Eks Komisioner Digeledah Kejagung, Ini Hasilnya
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Banjir Kala Sahur: Perumahan Periuk Damai Tenggelam, Warga Bertahan di Atap
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Fasilitasi Pesta Gay, Terdakwa Ridwan Dituntut 1 Tahun Penjara
• 8 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.