Sebanyak 8,2 juta pemudik diprediksi masuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada libur Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono usai rapat koordinasi Forkopimda di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (10/3).
"Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tujuan dari kegiatan masyarakat pada puncak arus mudik yang diprediksi mencapai 8,2 juta orang," kata Anggoro.
Jumlah ini menurut Anggoro akan memunculkan simpul-simpul kerawanan seperti kemacetan, angka kriminal, maupun bencana alam.
Prediksi kepadatan ada di Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, Bandara YIA, hingga kepadatan destinasi hiburan atau wisata.
Anggoro mengatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi hari ini, penanganan akan mengacu pada Natal dan tahun baru kemarin yang sukses.
"Kita ulangi pada kesempatan pelaksanaan Idul Fitri kali ini. Bahwa semua, tadi disampaikan, kesiapan mulai infrastruktur, peralatan, kesiapan personel, keterlibatan. Ada 25 pos pengamanan Polri di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kota dan kabupaten, dan pada titik-titik tertentu jumlahnya akan lebih banyak," katanya.
Jumlah ini akan ditambah dengan instansi terkait seperti fasilitas rest area hingga kesehatan. Rumah sakit dan puskesmas juga dipastikan buka 24 jam.
Unsur lain juga terlibat seperti TNI hingga BMKG terlebih cuaca sampai dengan bulan April diprediksi curah hujan masih tinggi. Ada titik-titik rawan longsor seperti di Gunungkidul.
"TNI-Polri siap melaksanakan kegiatan pengamanan hari libur Idul Fitri yang nanti akan dikedepankan pada pelaksanaan operasi Ketupat Progo 2026 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret secara serentak. Dan ini butuh sinergitas bahwa kegiatan ini harus dilakukan oleh semua, bukan hanya kepolisian," katanya.
Jalan Berlubang Dijaga 2 Kali LipatDi sisi lain, masih ada keluhan warga soal jalan nasional yang berlubang serta bergelombang. Petugas akan menjaga dua kali lipat agar meminimalisir kecelakaan lalu lintas.
"Kami sudah terima informasi tentang jalan berlubang, jalan gelombang dari Kepala Dinas. Kemudian, bahwa informasi ini penting buat kami dari pihak kepolisian dan petugas pelaksana operasi nanti pada titik-titik tertentu," katanya.
"Terhadap jalan yang belum bisa dilakukan perbaikan cepat, maka peralatan koordinasi dan kesiapan dari personel untuk mengamankan jalur-jalur yang sudah ditandai atau sudah diantisipasi diinformasikan kepada kami akan kami jaga dua kali lebih daripada jalan-jalan yang memang sudah menjadi spot pengawasan," ujarnya.





