Bisnis.com, JAKARTA - Rusia disebut bisa "ambil untung besar" dari perang yang terjadi antara AS-Israel vs Iran.
Dilansir dari ABC Australia, para ahli mengatakan bahwa Rusia akan menjadi "pemenang besar" dari krisis minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah.
Presiden Vladimir Putin mengakui bahwa harga minyak sedang naik dan mempromosikan Rusia sebagai "pemasok yang dapat diandalkan".
Ia juga mengancam akan menarik pasokan gas Rusia ke Eropa dan menyalahkan Uni Eropa atas krisis apa pun yang mungkin dihadapi kawasan itu akibat kekurangan gas.
Bisa dikatakan, semakin lama krisis minyak yang dipicu oleh perang di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz berlangsung, semakin menguntungkan bagi Vladimir Putin dan Rusia.
Sebagaimana diketahui, perang di Timur Tengah telah mengganggu pasokan minyak dan gas di seluruh dunia, dan kenaikan harga yang pesat memperkuat kemampuan Rusia untuk memperoleh keuntungan dari ekspor energinya.
Baca Juga
- Ramalan Harga Batu Bara saat Minyak Tembus US$100 per Barel, Dampak Rusia-Ukraina Terulang?
- Satelit Mata-mata Rusia Hancur Ditabrak Sampah Luar Angkasa, Risiko Meningkat
- Ngerinya Bantuan Rusia untuk Iran
Pendapatan dari minyak dan gas merupakan pilar utama anggaran Kremlin dan secara langsung membantu membiayai perang di Ukraina.
Data dari pemerintah Rusia menunjukkan bahwa 30 persen dari anggaran federal Rusia berasal dari pendapatan pajak minyak dan gas, dan 40 persen dari anggaran tersebut dihabiskan untuk militer dan keamanan.
"Rusia adalah pemenang besar dari kekacauan energi yang terkait dengan perang," kata Simone Tagliapietra, pakar energi di lembaga think tank Bruegel, seperti dilansir dari laporan itu.
"Harga minyak yang lebih tinggi berarti pendapatan yang lebih tinggi bagi pemerintah dan karenanya kemampuan yang lebih kuat untuk membiayai perang di Ukraina."
Berapa Harga Minyak Rusia? lanjut halaman 2...





