Pedang yang Ditempa Mortir 

okezone.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ahmad Setyono - Alumni Ilmu Hubungan Internasional Unair, Magister Ilmu Komunikasi

JAKARTA - “So we've wasted billions & risked a global catastrophe to replace Khamenei with Khamenei, turning the father into a martyr, rally Islamic Republic's base, and force the system to elect a wartime successor—the more hardline, anti-Western son likely to be consumed with avanging the death of his entire family.”

Arta Moeini, pakar politik internasional dan grand strategy Amerika Serikat menegaskan ini hanya beberapa jam setelah terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Ia menilai kegagalan Operation Epic Fury terhadap rezim Iran telah membuktikan ketahanan rezim kepada dunia, dan kini lebih mengakar, radikal, dan berorientasi pada keamanan daripada bulan lalu.

Baca Juga :
Terima Dubes Iran, Megawati Beri Ucapan Selamat Atas Penunjukkan Mojtaba Khamenei

Dan lebih buruk lagi, semua ini sebenarnya telah diprediksi oleh para pemikir realis, pakar Iran, dan intelijen AS, bahwa agresi ke Iran seharusnya dihindari dengan berbagai konsekuensinya. Namun Trump memilih untuk mengabaikan saran mereka dan malah mendengarkan para tokoh pro-perang seperti Lindsey Graham dan Mark Levin. Terpilihnya Mojtaba yang dikategorikan lebih radikal dibanding ayahnya Ali Khamenei dinilai akan sangat menentukan geopolitik Timur Tengah di tengah dan pasca perang. 

Tiga Momentum Penting Perang Israel-AS vs Iran

Ada 3 momentum penting di hari ke-10 perang Timur Tengah yang bisa jadi sangat menentukan arah perang nanti. Pertama, badan yang bertanggung jawab untuk memilih Pemimpin Iran, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Terpilihnya Mojtaha menandai transisi bersejarah dan sangat penting dalam kepemimpinan Republik Islam Iran pada saat perang regional besar dan ketegangan geopolitik.

Baca Juga :
Media Iran Laporkan Kematian PM Israel Benjamin Netanyahu

Momentum Kedua, Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam unggahan di platform Truth Social yang menyebut Iran sebagai "The Loser of the Middle East" hingga menggambarkan Iran sudah 'menyerah' kepada negara-negara tetangganya. Pernyataan Trump ini hanya 24 jam sebelum Mojtaba terpilih. Bahkan Trump juga melontarkan ancaman untuk menggempur Iran lebih keras jika aksi serupa terulang. 

Momentum ketiga yang tak kalah penting adalah eskalasi perang itu sendiri. Terpilihnya Mojtaba sebagai Rahbar atau Supreme Leader ini bersamaan dengan kian intensnya serangan Iran ke Israel. Di Tel Aviv dan seluruh wilayah tengah, Senin dini hari warga telah tanpa listrik selama 5 jam. Pemadaman listrik besar-besaran, rumah sakit menggunakan generator, telepon kehabisan daya, lift macet, jalanan gelap, ketakutan dalam kegelapan. Serangan Iran telah menghantam gardu induk dan infrastruktur listrik utama.

Baca Juga :
Tiga Skenario Perang Israel-AS vs Iran

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polemik Meja Biliar Rp 486 Juta: Ketua DPRD Sumsel Jabat Ketua POBSI Sumsel
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Pasokan Sulfur Smelter Terancam, Industri Lirik Alternatif dari Eks Uni Soviet
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Aturan Baru, Dana IPO Wajib Ditempatkan di Satu Rekening Khusus
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Bawa Ayam Saat Jalan-jalan Bisa Bikin Stres Anda Berkurang, Profesor Ini Sudah Membuktikan
• 22 jam lalusuara.com
thumb
China Pasang Badan Buat Mojtaba Khamenei, AS-Israel Kena Semprot
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.