JAKARTA, DISWAY.ID— Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong percepatan transformasi ekonomi nasional berbasis inovasi dan kreativitas.
Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam Rapat Koordinasi Nasional Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Rakornas Gekrafs).
Brian menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus, industri, komunitas, dan pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target negara maju yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA:GEKRAFS 2025: Dasco Serukan Revolusi Kreatif, Produk Lokal Siap Gebrak Pasar Global
"Pembangunan ekonomi modern membutuhkan kolaborasi kuat antara kampus, industri, komunitas, dan pemerintah daerah. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat riset, inovasi, serta pengembangan talenta yang dapat mendorong lahirnya solusi bagi berbagai tantangan pembangunan," ujar Brian di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, Indonesia saat ini berada pada fase penting menuju negara maju. Untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi, Indonesia perlu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan, bahkan menargetkan hingga delapan persen melalui penguatan riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis pengetahuan.
Target tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Dan sebenarnya definisi negara maju itu banyak, tetapi yang bisa diukur adalah pendapatan per kapita yang harus mencapai lebih dari US$15.500. Saat ini Indonesia masih berada di sekitar US$5.500,” kata Brian.
Kalau demikian dibandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah negara di Asia. Singapura tercatat memiliki pendapatan per kapita sekitar US$80.000, sementara Jepang dan Korea Selatan berada di kisaran US$60.000.
BACA JUGA:Puan Maharani Ingin Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Diperluas ke Usia Lain
Adapun Tiongkok telah mencapai sekitar US$14.000 per kapita. Perbandingan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memerlukan lompatan besar dalam produktivitas ekonomi dan inovasi teknologi.
Karena itu, Brian menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak inovasi yang mampu melahirkan teknologi baru, model bisnis kreatif, serta solusi industri yang meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
“Persyaratan untuk melipatgandakan pertumbuhan ekonomi adalah kreativitas dan inovasi terobosan yang berbasis sains dan teknologi,” jelasnya.
Melalui forum ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga mendorong penguatan kolaborasi antara kampus dan ekosistem ekonomi kreatif di berbagai daerah guna mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis inovasi dan riset.





