JAKARTA, KOMPAS.com - F, pelaku penembakan pemuda berinisial SH (23) di Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara sempat jadi sasaran pengeroyokan warga sekitar.
"Yang dikeroyok yang mau menagih (utang)," kata Kepala Kepolisian Sektor Cilincing AKP Bobi Subasri saat dikonfirmasi Kompas.com pada Selasa (10/3/2026).
Bobi menjelaskan, insiden itu bermula ketika F dan komplotannya datang menagih utang ke SH. Ketika itu, SH sedang membeli nasi goreng.
"(Pelaku datang menggunakan) dua motor, berjumlah empat orang," ucap Bobi.
Bobi menyebut, SH sempat melawan sehingga terjadi cekcok dengan pelaku. Setelahnya, F melepaskan tembakan airsoft gun.
Akibat penembakan tersebut, F diteriaki maling. Hal itu memicu warga melakukan pengeroyokan.
"(Alasannya) karena F menagih dengan emosi menggunakan airsoft gun," ungkapnya.
Bobi mengatakan, saat pihaknya datang ke lokasi kejadian, F sudah dilarikan warga ke rumah sakit.
Baca juga: Polisi Tambah Personel di Yahukimo Usai Penembakan Pesawat Smart Air
Sementara, akibat penembakkan tersebut, SH mengalami luka di kaki sebelah kanan, punggung belakang sebelah kanan, dan lutut sebelah kiri.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami perihal utang yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. Polisi juga masih mendalami kepemilikan airsoft gun.
Namun demikian, berdasarkan keterangan korban, keributan antara dirinya dan kelompok pelaku diduga dipicu persoalan utang piutang sebesar Rp 800.000 terkait pembelian ganja.