Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung mengatakan pihaknya tidak dapat mencegah Amerika Serikat (AS) memindahkan sejumlah sistem rudal pertahanan udara Patriot yang ditempatkan di negaranya, ke kawasan Timur Tengah (Timteng) yang sedang dilanda konflik.
Lee menegaskan bahwa penarikan beberapa senjata buatan AS dari Korsel itu tidak akan melemahkan postur pencegahan terhadap Korea Utara (Korut).
Laporan pemindahan aset-aset militer utama AS dari kawasan Asia telah memicu kekhawatiran tentang potensi celah dalam pertahanan regional. Laporan ini muncul saat AS dan Israel terlibat pertempuran sengit dengan Iran sejak 28 Februari lalu.
Dalam rapat kabinet, seperti dilansir kantor berita Yonhap dan Reuters, Selasa (10/3/2026), Lee membahas soal kontroversi seputar pengiriman sejumlah senjata milik Pasukan AS di Korea (USFK) dan kekhawatiran yang muncul akibat langkah tersebut.
"Tampaknya ada kontroversi baru-baru ini mengenai pengiriman beberapa senjata oleh Pasukan AS di Korea, seperti baterai artileri dan senjata pertahanan udara, keluar dari negara ini," ucap Lee dalam rapat kabinet pada Selasa (10/3).
Dia mengungkapkan bahwa Korsel telah menyatakan keberatan terhadap kemungkinan pemindahan aset militer USFK, namun Seoul tidak dalam posisi untuk mengajukan tuntutan terhadap Washington. Lee menyebutnya sebagai "kenyataan pahit" bahwa pendapat Korsel tidak akan sepenuhnya diterima oleh AS.
"Pemerintah kita mengharapkan USFK untuk sepenuhnya berkontribusi terhadap stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea, yang saya yakini telah dilakukan mereka sejauh ini," kata Lee dalam pernyataannya.
(nvc/ita)





