Jelang Lebaran, Pedagang Bandung Keluhkan Lonjakan Harga Daging, Beras, dan Cabai 

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS- Sebagian bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Bandung, Jawa Barat, kian mahal hingga H-10 jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (10/3/2026). Harga cabai bahkan menyentuh ratusan ribu per kilogram.

Pada sejumlah pasar tradisional di Bandung, para pedagang dan konsumen merasakan langsung dampak kenaikan harga sejumlah komoditas pokok. Salah satunya di Pasar Kosambi yang merupakan pasar tradisional besar di Kota Bandung. Harga barang kebutuhan pokok di pasar ini menjadi acuan pemerintah daerah dalam memantau inflasi yang dipengaruhi harga bahan pokok.

Dari pantauan Kompas, harga cabai rawit melonjak dari Rp 60.000 hingga Rp 100.000 per kilogram (kg). Sementara harga cabai merah naik dari Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per kg.

Untuk harga beras untuk jenis medium hingga premium naik Rp 1.000 per kg. Beras medium menjadi 14.000-16.000 per kg dari sebelumnya Rp 13.000-15.000. Sementara beras ketan naik menjadi Rp 25.000 dari Rp 20.000.

Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Bandung juga sudah mencapai Rp 150.000-160.000 per kg. Sebelumnya, harga daging sapi masih Rp 135.000 per kg. Sedangkan, harga daging ayam potong naik menjadi Rp 42.000 per kg dari sebelumnya Rp 38.000.

Eli Anita (60), pedagang Pasar Kosambi, mengeluhkan kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah yang sangat signifikan. Ia heran kenaikan harga cabai selalu saja terjadi menjelang hari raya keagamaan meski stok aman.

"Kenaikan harga cabai yang tinggi sangat membebani konsumen. Pembelian turun hingga 50 persen dari yang biasanya membeli 1 kg hingga 2 kg kini hanya setengah kg saja, " ungkapnya.

Baca JugaPasokan Berkurang, Harga Cabai dan Daging Ayam di Bandung Melejit

Hal senada dikeluhkan Rahmat Kurnia (62), salah satu pedagang beras di salah satu pasar tradisional di Kota Bandung. Menurutnya kenaikan harga beras dan beras ketan terjadi sebulan terakhir.

"Menjelang Lebaran, selalu saja harga barang kebutuhan pokok tidak stabil. Padahal, kondisi ekonomi lagi sulit. Warga ingin mendapatkan pangan yang terjangkau, " tuturnya.

Elma (30), ibu rumah tangga yang sering berbelanja di pasar tradisional, mengatakan, kenaikan harga sembako adalah masalah yang berulang terjadi menjelang hari raya keagamaan.

"Kami jenuh masalah ini tak pernah terselesaikan hingga kini. Selalu saja ada kenaikan harga, " ujarnya kesal.

Faktor cuaca

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Nining Yuliastiani, memaparkan ketersediaan masih terpantau stabil pada komoditas strategis seperti beras minyak goreng, gula pasir, daging, telur, dan komoditas pangan lainnya. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan ke lapangan serta koordinasi bersama distributor, pelaku usaha, dan instansi terkait.

Secara umum, harga berada dalam rentang yang terkendali. Hanya komoditas cabai yang saat ini masih berada di atas harga acuan pemerintah (HAP) akibat faktor cuaca yang mempengaruhi produksi di sejumlah wilayah sentra.

"Distribusi komoditas secara keseluruhan berjalan lancar dan tidak terdapat kendala signifikan yang berpotensi mengganggu pasokan maupun stabilitas harga selama periode hari besar keagamaan, " ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov Jabar akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, melakukan pemantauan harga dan pasokan secara intensif. Selain itu, menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok.

Baca JugaWarga Terbebani Harga Bahan Pokok yang Melonjak Jelang Ramadhan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DIY Diprediksi Kedatangan 8,2 Juta Pemudik, Potensi Kemacetan Diantisipasi
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Kemenkes: 10 Persen Anak Alami Gejala Cemas dan Depresi
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemkab Garut Sediakan Bus Gratis untuk Arus Balik Lebaran 2026
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eks Kepala Ilmuwan Meta Kumpulkan Rp17 Triliun untuk Bangun Model AI Canggih
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Ombudsman Kepri Soroti Layanan dan Kepastian Jadwal Kapal di Dua Pelabuhan Batam Jelang Mudik Lebaran 2026
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.