DIY Diprediksi Kedatangan 8,2 Juta Pemudik, Potensi Kemacetan Diantisipasi

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

YOGYAKARTA, KOMPAS - Kepolisian Daerah DI Yogyakarta menyiapkan sejumlah antisipasi menghadapi kemacetan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026. Hal ini menyusul prediksi provinsi tersebut menjadi daerah tujuan 8,2 juta pemudik tahun ini.

Kepala Polda DIY Inspektur Jenderal Anggoro Sukartono, Selasa (10/3/2026), mengatakan, jajaran personel Polda DIY bersama seluruh instansi pemangku kepentingan lainnya bersiap memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar. Polri akan menggelar Operasi Ketupat Progo pada 13-25 Maret 2026.

"Ada 25 pos pengamanan Polri yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi DIY," ujar Anggoro usai rapat koordinasi pimpinan daerah terkait persiapan Idul Fitri 2026, di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kota Yogyakarta.

Anggoro menjelaskan, hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan, sebanyak 8,2 juta pemudik diprediksi akan memasuki DIY. Jumlah tersebut tidak bergerak dalam satu waktu sekaligus, melainkan bergelombang dalam beberapa hari periode mudik.

Dia mengatakan, pergerakan pemudik sebanyak itu pasti memunculkan simpul-simpul kerawanan macet. Simpul tersebut antara lain pintu tol, Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Adisutjipto, serta terminal-terminal bus.

Baca JugaCalon Penumpang Sering Terjebak Macet, Pemda DIY Minta Rute KA Bandara Diperpanjang

Setelah hari raya, tempat-tempat wisata juga berpotensi memunculkan kemacetan lalu lintas, seperti di kawasan Malioboro, Pantai Parangtritis, dan pantai-pantai di pesisir Gunungkidul. Para pemudik biasanya memanfaatkan momen libur Lebaran untuk sekaligus berwisata.

Anggoro menambahkan, pihaknya telah menyiapkan personel, infrastruktur, maupun peralatan untuk mengamankan sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran. Adapun puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-5 hingga H-3 Lebaran. 

Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, Anggoro menuturkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario pengalihan arus lalu lintas atau skema buka-tutup jalan tertentu. Kebijakan pemerintah pusat dengan memperpanjang libur dan menerapkan kerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) disebut Anggoro akan membantu mengurangi penumpukan pergerakan mudik pada hari tertentu saja.

Selain itu, Pemda DIY juga akan menginformasikan kepada publik secara real time terkait titik-titik mana saja yang mengalami kemacetan melalui berbagai kanal informasi yang dimiliki. Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat menghindari titik tersebut dan mencari jalur alternatif.

Baca JugaPersiapan Mudik Lebaran 2026: One Way, Contra Flow, Ganjil Genap, hingga Diskon Tarif

Hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan, sebanyak 8,2 juta pemudik diprediksi akan memasuki DIY

Sebelumnya, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, Pemda DIY juga menerapkan kebijakan WFA bagi aparatur sipil negara mengikuti ketentuan pemerintah pusat. Setiap unit organisasi diperbolehkan menerapkan WFA untuk maksimal 25 persen staf pada sebelum libur mudik dan saat arus balik.

Kebijakan WFA itu diberlakukan pada 16-17 Maret 2026 atau dua hari sebelum libur Lebaran pada 18 Maret 2026. Selain itu, juga pada 25-27 Maret 2026 atau setelah akhir libur Lebaran pada 24 Maret 2026.

Tol Purwomartani

Sementara itu, terkait rencana difungsikannya ruas tol Purwomartani-Prambanan untuk arus mudik, Kepala Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Widya Mustikaningrum menjelaskan, ruas sepanjang 12,25 kilometer itu dibuka khusus untuk kendaraan yang bergerak dari arah Yogyakarta menuju Klaten, Surakarta, dan wilayah sekitarnya.

Adapun bagi para pemudik yang menuju wilayah DIY dari arah Jawa Tengah dapat keluar melalui Gerbang Tol Prambanan maupun beberapa gerbang tol lainnya di wilayah Kabupaten Klaten. Dari titik keluar tersebut, pemudik dapat melanjutkan perjalanan menuju wilayah Yogyakarta dan sekitarnya melalui jalur arteri.

Baca JugaBagaimana Tol Bawen-Ambarawa dan Prambanan-Purwomartani Membantu Mudik?

Pembukaan ruas Purwomartani-Prambanan berlangsung selama periode 16-29 Maret 2026 dengan waktu operasional mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Adapun kendaraan yang diperbolehkan menggunakan ruas tol itu hanyalah kendaraan golongan I atau kendaraan ringan seperti sedan, jip, minibus, pikup atau truk kecil, serta bus.

"Memasuki Tol Purwomartani ini gratis, tapi di gerbang tol berikutnya tetap dikenakan tarif. Oleh karena itu, kami mengimbau para pengguna ruas tol untuk selalu mengecek saldo uang elektronik karena kendaraan yang sudah masuk dari Tol Purwomartani tidak dapat keluar di Prambanan, melainkan langsung menuju Gerbang Tol Klaten maupun seterusnya,” ujar Widya seperti dikutip dari rilis Polda DIY, Selasa (10/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Ungkap Strategi RI Hadapi Lonjakan Harga Minyak Global, Ini Solusinya
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Panen Raya Hasil Padi Kalium Humat Bukti Hilirisasi Batubara Dukung Ketahanan Pangan Nasional
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
OTT Bupati Rejang Lebong, KPK isyaratkan tangkap lebih dari satu orang
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Perusahaan Teknologi Finansial Andalkan AI Melawan ”Deepfake”
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Imbas Tarif Trump, Ekspor China ke AS Turun 11 Persen pada Januari-Februari 2026
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.