Darurat Pangan Ilegal di Jakarta, BPOM Temukan Banyak Pelanggaran Saat Sidak

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja merilis data mencengangkan. Dari 18 sarana peredaran pangan yang disidak di wilayah DKI Jakarta, separuhnya alias 9 sarana terbukti Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

Temuan ini didominasi oleh peredaran makanan ringan ilegal yang tidak jelas asal-usulnya.

BACA JUGA:Aksi Berani Veda Ega Pratama Dinanti di Moto3 Brasil, David Almansa Wajib Waspada

BACA JUGA:50 Kartu Ucapan Idul Fitri 2026 untuk Hampers Lebaran yang Sederhana , Cocok Dibagikan ke Rekan Kerja!

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, terjun langsung memimpin pengawasan maraton di sejumlah titik strategis Jakarta.

Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah sektor hilir di Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur. Di sana, petugas menemukan kondisi gudang penyimpanan beku (frozen) yang overload alias melebihi kapasitas.

"Gudang dingin yang overload itu berisiko meningkatkan suhu ruangan. Akibatnya, pangan di dalamnya potensial rusak lebih cepat. Jangan karena motif ekonomi dan ingin cuci gudang, pelaku usaha malah mengabaikan kesehatan masyarakat," tegas Taruna, Selasa 10 Maret 2026.

Bukan hanya makanan kemasan di rak ritel, ancaman nyata juga mengintai warga Jakarta di lapak-lapak takjil. 

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 10 Lengkap Sinopsis, Selepas Tarawih Nonton Film Penuh Ketegangan

BACA JUGA:Modifikasi Fungsional DFSK Super Cab, Tawarkan Solusi Mobilitas yang Lebih Bernilai

Dari 222 sampel kudapan berbuka yang diuji BPOM di Jakarta, 10 sampel (4,5%) positif mengandung zat mematikan.

Petugas menemukan kandungan Rhodamin B pada kue mangkok dan kerupuk, serta formalin pada mi kuning dan tahu. 

Dua bahan kimia yang seharusnya untuk tekstil dan pengawet mayat ini justru disajikan untuk warga yang hendak membatalkan puasa.

Langkah preventif ini diambil mengingat lonjakan permintaan pangan diprediksi bakal meroket hingga 400% selama Ramadan dan Lebaran. 

BACA JUGA:Menteri Brian Yuliarto: Kampus Dorong Akselerasi Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Maju 2045

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Memahami Perbedaan HEV dan PHEV, Serupa Tapi Tak Sama
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
AS Mulai Kewalahan Lawan Iran, Pakar Rusia Ungkap Blunder Trump
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Legenda Timnas Belanda Berbondong-bondong Semprot Maarten Paes: Pulangkan Segera ke Amerika Serikat
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Selasa 10 Maret 2026, Beberapa Daerah Di Indonesia Diguyur Hujan Lebat
• 7 jam lalunarasi.tv
thumb
Detik-detik Pria di Cilincing Ditembak Airsoft Gun Saat Beli Nasi Goreng, Ternyata Dipicu Utang Ganja
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.