Grid.ID - Fairuz A Rafiq menanggapi pernyataan Insanul Fahmi yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Pernyataan tersebut dianggap menyindir dirinya terkait keretakan rumah tangga Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa.
Belum lama ini, Insanul Fahmi menyebut ada sosok berinisial FRS yang disebut mengompor-ngompori rumah tangganya. Ia menilai hal tersebut turut mempengaruhi keputusan sang istri untuk mengakhiri pernikahan mereka.
Ucapan itu kemudian dikaitkan oleh sejumlah warganet dengan Fairuz A Rafiq. Hal ini terjadi karena saat ini Fairuz disebut-sebut tengah dekat dengan Wardatina Mawa.
Menanggapi kabar yang beredar, Fairuz memilih untuk tidak terlalu memikirkan tudingan tersebut. Ia menegaskan hanya akan menanggapi sesuatu yang memang benar terjadi.
“Pertama saya tidak akan menanggapi pemberitaan apapun itu yang tidak benar. Kalau itu benar, maka saya akan tanggapi,” ujarnya dikutip dari Insertlive pada Selasa (10/3/2026).
Fairuz menilai tudingan yang diarahkan kepadanya tidak berdasar. Karena itu, ia merasa tidak perlu memberikan tanggapan lebih jauh mengenai hal tersebut.
“Tapi karena ini tidak benar dan saya tidak pernah melakukan itu, jadi saya tidak perlu menanggapi gitu. Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap orang lebih berhati-hati sebelum menyampaikan sesuatu kepada publik. Menurutnya, ucapan yang tidak dipikirkan dengan baik bisa berdampak pada orang lain.
“Jadi sebelum berbicara alangkah baiknya dipikirkan dulu gitu ya. Dan jangan sampai ini mengorbankan seseorang gitu,” katanya.
Selain itu, Fairuz juga menyarankan agar setiap persoalan rumah tangga diselesaikan secara baik-baik. Ia menilai komunikasi dan kejujuran menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah.
“Kalau menurut saya adalah kalau memang mempunyai masalah itu kan sebaiknya diselesaikan dengan baik. Kalau memang kita salah ya akui kesalahan kita, selesaikan dengan baik,” tegasnya.
Fairuz pun menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terseret lebih jauh dalam persoalan tersebut. Ia memilih untuk tetap tenang dan tidak menanggapi hal yang dianggapnya tidak benar.
“Tidak perlu mencari kambing hitam, jadi kalau buat saya selama itu tidak benar, saya tidak perlu menanggapi karena saya santai-santai aja dan saya tidak menganggap itu ada,” tutupnya. (*)
Artikel Asli




