Kemenperin Sebut Industri Mamin Belum Terdampak Perang AS-Israel dengan Iran

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan industri mamin atau makanan dan minuman saat ini belum terdampak perang AS-Israel dengan Iran.

Plt Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan saat ini industri agro, termasuk industri mamin mengandalkan bahan baku dari dalam dan luar negeri.

“Untuk yang bahan baku impor memang di kemarin itu memang sudah pada masuk sehingga masih belum terdampak dengan konflik. Mungkin nanti yang terdampak itu adalah di bahan baku yang akan datang terutama karena logistiknya ini kan logistik,” kata Putu di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (10/3).

Selain itu, importasi bahan baku industri agro rata-rata berasal dari Australia, Thailand, hingga Amerika Latin yang tidak terdampak penutupan Selat Hormuz. Meski begitu, Putu mengakui konflik ini nantinya bisa mempengaruhi biaya logistik dan berdampak pada meningkatnya ongkos produksi.

Putu mengungkapkan industri mamin bisa tumbuh di atas angka 6 persen disokong oleh permintaan saat Ramadan dan Lebaran. “Paling tidak itu tidak turun dari tahun 2025, 2026 ini kalau minimal di atas minimal di atas 6 persen, kalau sampai ke 7 persen alhamdulillah,” tutur Putu.

Wakil Ketum Bidang Pembinaan Pengembangan Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Irwan S. Wijaya mengatakan saat ini pengusaha industri mamin masih memiliki bahan baku yang cukup hingga semester I 2026.

Dia mengakui konflik ini akan menyebabkan kenaikan harga logistik dan berdampak pada ongkos produksi. Meski begitu, dia menyebut pengusaha belum melihat opsi mengerek harga produk sebagai solusi dari kenaikan ongkos produksi.

Dia menyebutkan sejauh ini bahan baku yang paling krusial yang diimpor oleh penguasa industri mamin adalah garam dan gula industri atau gula rafinasi. Importasi gula rafinasi biasanya dilakukan dari Thailand atau China.

Sama seperti Putu, Irwan juga optimistis industri mamin bisa mencatatkan pertumbuhan lebih dari 6 persen tahun ini. Pendorongnya adalah pertumbuhan kinerja selama Ramadan dan Lebaran.

“Walaupun dalam kondisi akhir-akhir ini, industri mamin masih sanggup untuk bertumbuh sesuai dengan prediksi yang kita perkirakan sampai dengan angka yang diharapkan di atas 7 persen,” jelas Irwan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masih Ada Lubang dan Kurang Penerangan di Jalan Nasional di Yogya Jelang Mudik
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Ungkap Alasan Tahan Richard Lee, Dinilai Tidak Patuh
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Riset Anthropic: AI Belum Sepenuhnya Menggantikan Pekerjaan Manusia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Media Iran: Kemungkinan Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia
• 4 jam lalusuara.com
thumb
IHSG Rebound Usai Trump Perkirakan Perang dengan Iran Segera Berkhir
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.