JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi momen yang paling ditunggu oleh banyak pekerja.
Uang tambahan tersebut kerap dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari membeli kebutuhan Lebaran hingga memberi hadiah untuk diri sendiri setelah bekerja keras selama setahun.
Namun, ada pula pekerja yang harus memutar otak dalam menggunakan THR karena sebagian besar uang tersebut harus dibagi dengan keluarga.
Baca juga: Sedang Parkir, Mobil di Mampang Terbakar akibat Anak-anak Main Api
Salah satunya adalah warga Jakarta Selatan, Rizki Khoirudin (25). Ia mengaku THR sekitar Rp 5.000.000 yang diterimanya sebagian besar habis untuk orang-orang terdekat.
"Sebenarnya sih rata-rata habis untuk keluarga, karena mikirin THR untuk diri sendiri itu sekitar 20 persen, 80 persennya buat keluarga," ucap dia ketika diwawancarai Kompas.com di wilayah Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026).
Uang THR tersebut digunakan untuk berbagi dengan orangtua, mertua, dan istri, serta menukar uang receh yang akan dibagikan kepada keponakan saat Lebaran.
Rizki mengatakan, ia hanya bisa menikmati sekitar Rp 500.000 dari THR-nya untuk membeli baju koko yang akan dikenakan saat Lebaran.
Sering kali nombokKaryawan swasta itu juga mengaku, tidak jarang uang THR yang diterimanya justru tak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan saat Lebaran.
"Justru kalau dihitung-hitung kayak THR dapat Rp 5.000.000, kebutuhan saya paling sedikit, tapi tetap boncos malah nombok dari gaji," ungkap dia.
Rizki mengungkapkan, total pengeluarannya untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri, termasuk biaya mudik, hampir mencapai Rp 10 juta.
Meski demikian, ia mengaku tidak pernah keberatan jika setiap tahun THR-nya tidak bisa sepenuhnya dinikmati sendiri. Baginya, tradisi berbagi THR dengan keluarga sudah menjadi budaya yang sulit dipisahkan dari masyarakat.
Selain itu, momen tersebut hanya terjadi setahun sekali sehingga ia merasa ikhlas berbagi, meskipun harus merogoh kocek lebih dalam.
Baca juga: Satpam Sempat Sita Besi Railing Jembatan Ancol yang Dicuri, tapi Hilang Lagi
Rizki juga sering menahan diri untuk membeli barang yang diinginkan dengan uang THR, seperti sepatu bermerek atau topi, karena lebih mengutamakan kebutuhan keluarga.
Ada rasa sedihMeski mengaku ikhlas, Rizki tak menampik bahwa terkadang ada rasa sedih karena THR yang diterimanya tidak pernah benar-benar dinikmati sendiri dan sering habis bahkan sebelum Lebaran tiba.
"Cuma mau gimana, saya pribadi enggak mau kalau enggak ngasih orangtua, tapi balik lagi bakalan diganti sama Allah asalkan kita ikhlas aja. Ada rasa sedih, cuma saya percaya kalkulator Tuhan," jelas dia.




