Bahaya Campak: Penyebab Utama hingga Penularan

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wabah campak telah terdeteksi di 73 kota di seluruh Indonesia dan angka kasus terus bertambah. Dokter Spesialis Anak, Meisy Grania Amalinda Salekede mengatakan penyebab utama campak adalah infeksi virus dari famili Paramyxovirus. Metode penularannya terjadi melalui droplet (percikan air liur saat batuk atau bersin) serta melalui udara. 

"Virus ini bisa bertahan di udara atau pada permukaan benda selama beberapa jam, sehingga anak-anak yang berada di ruangan yang sama dengan penderita sangat berisiko tertular jika belum memiliki kekebalan tubuh yang cukup," kata Meisy dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 10 Maret 2026.

Gejala campak sering kali dimulai dengan tanda-tanda yang mirip dengan flu biasa, namun bisa makin memburuk dengan pola yang sangat khas seperti demam tinggi yang terus menerus. Kasus ini adalah gejala awal yang paling mencolok. Anak akan mengalami demam tinggi terus-menerus di atas 38°C selama kurang lebih 4 hingga 7 hari.
 

Baca Juga :

Waspada Campak! Ini Gejala Awal, Cara Pencegahan, dan Penanganannya-Tips Kesehatan

Kemudian muncul batuk, pilek, dan kondisi mata yang memerah (konjungtivitis) serta sensitif terhadap cahaya. Sering kali disertai dengan diare. Setelah beberapa hari demam, muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan leher, biasanya diawali dari area belakang telinga. Ruam ini kemudian menyebar ke seluruh tubuh hingga ke tangan dan kaki.

"Ruam biasanya bertahan selama sekitar 7 hari. Uniknya, saat ruam mulai mereda, warnanya akan berubah menjadi kehitaman (hiperpigmentasi) sebelum akhirnya mengelupas dan hilang," ujar Meisy.


Ilustrasi campak. Foto: Istimewa

Meisy menjelaskan banyak orang menganggap campak akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat atau jika kondisi imun anak sangat lemah, campak dapat memicu komplikasi serius yang mengancam nyawa, antara lain pneumonia atau infeksi paru-paru yang merupakan penyebab kematian paling umum pada kasus campak.

Kemudian ensefalitis (radang selaput otak), komplikasi ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Diare berat: bisa menyebabkan dehidrasi akut pada balita.

"Hingga kematian, jika tidak ditangani, campak dapat menyebabkan gagal organ yang berujung pada kematian," kata Meisy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Endus Keanehan Status Tersangka untuk Bos WKM, Advokat Persoalkan Dasar Penyidik Polda Metro Jaya
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Kapan Malam Lailatul Qadar? Ini Amalan yang Dilakukan Sesuai Sunnah
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
DPR Gelar Fit and Proper Test 10 Calon DK OJK Besok, Ini Daftarnya
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Gerebek 3 Toko di Jaktim Diduga Jual Obat Keras, Ini Temuannya
• 1 jam laludetik.com
thumb
Respons Depresi dan Cemas Anak, Pemerintah Fokus Tanggulangi Problem Mental
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.