Sepuluh malam terakhir Ramadan sering dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan iktikaf di masjid.
Iktikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid sambil memperbanyak salat, membaca Alquran, dan berdoa. Hal ini sejalan dengan praktik Nabi Muhammad saw yang rutin melakukan iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Salah satu hadis yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dan Muslim menyebutkan, istri nabi Aisyah r.a. sempat menuturkan bahwa Rasulullah saw selalu melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Hal ini dikutip dari laman jabar.nu.or.id dalam artikel “Keutamaan Itikaf di Pengujung Ramadhan, Berikut Panduan, Rukun, dan Niatnya”.
Oleh karena itu, iktikaf menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pada fase akhir Ramadan. Sejumlah masjid besar di Jakarta juga membuka ruang bagi jamaah untuk mengikuti iktikaf dengan berbagai kegiatan ibadah malam.
Berikut ini beberapa masjid yang bisa menjadi pilihan untuk menjalankan iktikaf di Jakarta.
1. Masjid Istiqlal
Alamat: Jl. Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dan mampu menampung lebih dari 200 ribu jamaah. Selama 10 malam terakhir, masjid ini dibuka hampir 24 jam dah terbuka untuk umum secara gratis, dan dapat juga didaftarkan secara daring dengan kuota terbatas.
Keunggulan masjid ini adalah lokasinya yang strategis karena berada dekat Monas, Stasiun Juanda, dan halte TransJakarta. Kegiatan terpadu meliputi qiyamul lail, tausiah, layanan buka dan sahur bagi jamaah, serta fasilitas penunjang membuat jamaah dapat beritikaf dengan lebih nyaman.
2. Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru
Alamat: Jl. Sisingamangaraja No.1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Masjid Agung Al-Azhar dikenal sebagai salah satu masjid bersejarah di Jakarta yang berdiri sejak 1953. Selain sebagai tempat ibadah, kawasan ini juga menjadi pusat pendidikan dan kegiatan dakwah.
Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, masjid ini biasanya mengadakan program iktikaf yang diisi dengan kajian Islam, tadarus Alquran, serta salat malam berjamaah. Area parkir yang luas dan fasilitas yang lengkap membuat masjid ini cukup nyaman untuk beritikaf.
3. Masjid Sunda Kelapa
Alamat: Jl. Taman Sunda Kelapa No.16, Menteng, Jakarta Pusat.
Masjid Agung Sunda Kelapa menjadi salah satu pusat kegiatan keislaman di Jakarta. Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, masjid ini biasanya menyelenggarakan iktikaf yang disertai ceramah dan kajian keagamaan.
Lokasinya yang berada di kawasan Menteng membuat masjid ini mudah diakses. Suasana yang relatif tenang juga mendukung jamaah untuk beribadah lebih khusyuk.
4. Masjid Cut Meutia
Alamat: Jl. Cut Meutia No.1, Menteng, Jakarta Pusat.
Masjid Cut Meutia merupakan masjid bersejarah yang dulunya adalah bangunan peninggalan kolonial Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan ini diubah menjadi masjid dan menjadi salah satu ikon Islam di Jakarta.
Karena ukuran masjid tidak terlalu besar, suasana ibadah di masjid ini cenderung lebih tenang dan cocok bagi jamaah yang ingin iktikaf dengan suasana yang lebih khusyuk.
5. Masjid At-Tin
Alamat: Jl. Taman Mini I No.3, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.
Masjid At-Tin dikenal dengan arsitektur yang megah dan area masjid yang luas. Selama Ramadan, masjid ini sering mengadakan rangkaian kegiatan iktikaf yang dimulai setelah salat tarawih hingga menjelang sahur.
Kegiatan tersebut biasanya meliputi kajian keagamaan, salat malam berjamaah, hingga makan sahur bersama bagi jamaah yang mengikuti program iktikaf.
Bacaan Niat ItikafSebelum menjalankan iktikaf, seseorang dianjurkan membaca niat sebagai bagian dari kesadaran beribadah. Salah satu lafaz niat iktikaf adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ
Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīh.
Artinya:
“Saya berniat itikaf di masjid ini selama aku berada di dalamnya.”
Niat tersebut tidak harus diucapkan keras, tetapi cukup dihadirkan dalam hati sebagai bagian dari niat beribadah.




