Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Perhubungan Jawa Barat mencatat potensi pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran tahun ini sangat besar.
Dari total penduduk Jawa Barat yang diproyeksikan mencapai sekitar 50,75 juta orang pada 2025, sekitar 51% atau 25,6 juta orang diperkirakan akan melakukan mudik Lebaran.
Kadishub Jabar Dhani Gumelar mengatakan hampir seluruh perjalanan masyarakat Jawa Barat pada masa Lebaran dilakukan untuk pulang kampung.
"Mayoritas perjalanan masyarakat memang untuk mudik. Dari total perjalanan yang diperkirakan terjadi di Jawa Barat, sekitar 96,7 persen atau sekitar 24,86 juta orang melakukan perjalanan untuk pulang kampung, katanya, Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, dia menuturkan perjalanan lainnya relatif kecil. Sekitar 1,93% perjalanan dilakukan untuk wisata atau sekitar 500 ribu orang, kemudian 1,11% untuk silaturahmi tanpa pulang kampung atau sekitar 290 ribu orang. Sisanya untuk kepentingan lain seperti bekerja dan perjalanan lainnya.
Secara nasional, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, Jawa Barat menjadi daerah asal pemudik terbesar di Indonesia.
Baca Juga
- Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta saat Mudik Lebaran
- Core: Dampak Ekonomi Mudik Hanya akan Terkonsentrasi di Jawa
- Tarif Tol Cipali Diskon 30% Selama Arus Mudik Lebaran 2026, Cek Ketentuannya!
"Jawa Barat menjadi daerah asal pemudik terbesar secara nasional dengan porsi sekitar 21,52% atau sekitar 30,97 juta orang," kata Dhani.
Besarnya angka tersebut mencerminkan posisi Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia sekaligus wilayah urban yang menjadi pusat mobilitas masyarakat.
Berdasarkan analisis potensi pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2026, arus keluar dari Jawa Barat diperkirakan mencapai sekitar 30,97 juta orang. Sementara jumlah masyarakat yang masuk ke Jawa Barat selama periode yang sama diperkirakan mencapai sekitar 25,09 juta orang.
Pergerakan masyarakat tersebut juga menunjukkan konsentrasi pemudik dari beberapa wilayah tertentu. Kabupaten Bogor diperkirakan menjadi daerah asal pemudik terbesar di Jawa Barat dengan jumlah sekitar 4,2 juta orang atau sekitar 16% dari total pelaku perjalanan di provinsi ini.
Setelah itu disusul Kabupaten Bekasi dengan sekitar 2,1 juta orang, serta Kota Bandung yang diperkirakan menyumbang sekitar 2 juta pemudik. Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi masing-masing diperkirakan menyumbang sekitar 1,9 juta pemudik, sementara Kabupaten Bandung sekitar 1,8 juta orang.
Dari sisi tujuan perjalanan, beberapa daerah di Jawa Barat diperkirakan akan dipadati kedatangan pemudik. “Kabupaten Garut menjadi tujuan utama dengan jumlah pemudik yang diperkirakan mencapai sekitar 2,94 juta orang,” ujarnya.
Selain itu, Kabupaten Bandung diprediksi menerima sekitar 2,39 juta orang, diikuti Kabupaten Tasikmalaya sekitar 1,9 juta orang. Kota Bandung juga menjadi salah satu tujuan besar dengan sekitar 1,68 juta orang, sementara Kabupaten Cirebon diperkirakan menerima sekitar 1,65 juta pemudik.





