Produsen otomotif asal Vietnam, VinFast Auto, menandatangani kesepakatan dengan dua perusahaan transportasi di Indonesia untuk memasok total 20.000 kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) untuk tiga tahun ke depan.
Kerja sama ini dilakukan di tengah percepatan transisi Indonesia menuju kendaraan nol emisi. Tahun lalu, Indonesia menjadi pasar luar negeri terbesar bagi VinFast.
Dilaporkan oleh Just Auto, perusahaan ini mencatat penjualan hampir 11.000 mobil listrik, yang sebagian besar terdiri dari model VF3 dan VF5 yang diimpor dari Vietnam.
VinFast juga telah memulai operasi di pabrik perakitan barunya di Subang, Jawa Barat, pada akhir tahun lalu. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun dan mempekerjakan sekitar 1.700 pekerja.
Dalam kerja sama terbaru, VinFast menandatangani perjanjian dengan perusahaan transportasi PT Sembilan Benua Abadi untuk memasok 10.000 mobil listrik hingga akhir 2027.
Kesepakatan kedua dilakukan dengan PT Satu Kosong Tujuh, yang juga akan menerima 10.000 unit BEV hingga akhir 2028.
Model yang akan dikirimkan antara lain Nerio Green, SUV segmen C, serta Limo Green, MPV tujuh penumpang yang dirancang untuk layanan transportasi komersial.
Kendaraan tersebut akan dirakit secara lokal dan menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) dengan jarak tempuh hingga 450 km dalam sekali pengisian penuh.
Presiden Direktur PT Satu Kosong Tujuh, Nirzam Pahmi, menyatakan pihaknya memiliki keyakinan kuat terhadap VinFast dan potensinya dalam membangun ekosistem mobilitas listrik yang komprehensif dan mudah diakses.
Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik serta mengikuti tren transformasi hijau di tingkat regional dan global.
Sementara itu, CEO PT Sembilan Benua Abadi, Wempy Suciadi, mengatakan pihaknya terkesan dengan model Nerio Green dan Limo Green, tidak hanya dari sisi kualitas produk tetapi juga visi pembangunan berkelanjutan yang diusung.
Ia menilai kedua model tersebut memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan konsumen di tengah peralihan menuju transportasi ramah lingkungan.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyatakan perusahaan merasa terhormat dapat bekerja sama dengan mitra lokal di Indonesia untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik.
Menurutnya, kolaborasi dengan perusahaan yang memahami pasar lokal akan membantu VinFast memperluas jangkauan pasar serta menghadirkan solusi mobilitas modern bagi konsumen Indonesia.





