Tampang Insinyur India Diduga Agen Mossad, Bocorkan Lokasi Strategis Negara Sekutu AS

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Otoritas Bahrain menangkap insinyur telekomunikasi India, Nitin Mohan, atas dugaan spionase untuk badan intelijen Israel, Mossad.
  • Tersangka dituduh mengirimkan data geospasial, foto, dan video pengintaian strategis yang berpotensi analisis militer Israel.
  • Kasus ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, sementara Iran mengklaim strategi AS dan Israel untuk menjatuhkannya telah gagal.

Suara.com - Otoritas Bahrain menangkap seorang insinyur telekomunikasi asal India yang diduga melakukan kegiatan spionase untuk badan intelijen Israel, Mossad.

Dilansir dari kantor berita Azernews, Pria tersebut dituduh mengirimkan informasi sensitif terkait lokasi strategis di negara itu.

Menurut laporan awal, tersangka bernama Nitin Mohan ditangkap oleh badan intelijen Bahrain karena diduga mengirim data geospasial, foto, dan rekaman video pengintaian ke intelijen Israel.

nformasi tersebut disebut berpotensi digunakan untuk analisis militer dan penentuan target strategis.

Penyidik menduga materi yang dikirim mencakup citra lokasi penting serta data operasional yang dapat membantu lembaga intelijen asing melakukan penilaian strategis.

Potongan video Lebanon diserang Israel [Lebanon 24]

Dugaan ini membuat kasus tersebut masuk kategori serius dalam keamanan nasional.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain telah mengonfirmasi penangkapan tersebut, namun belum mengungkap rincian lengkap penyelidikan.

“Penyelidikan masih berlangsung dan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses berjalan,” kata pejabat kementerian.

Otoritas juga belum memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan dugaan spionase tersebut.

Baca Juga: Adik Benjamin Netanyahu Dikabarkan Tewas Rumahnya Dibom Iran, Begini Kata Israel

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama setelah konflik militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Bahrain sendiri dikenal sebagai salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Teluk Persia dan tuan rumah Armada Kelima Angkatan Laut AS.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan strategi utama Amerika Serikat dan Israel untuk menjatuhkan pemerintah Iran telah gagal.

Dalam wawancara dengan PBS News, Araghchi mengatakan Washington dan Tel Aviv awalnya percaya mereka dapat meraih kemenangan cepat.

“Mereka yakin dalam dua atau tiga hari bisa memicu perubahan pemerintahan dan mendapatkan kemenangan cepat, tetapi mereka gagal,” ujarnya.

Araghchi menilai strategi tersebut kini runtuh sepenuhnya. “Saya pikir ‘Plan A’ mereka telah runtuh, dan sekarang mereka mencoba opsi lain yang juga tidak berhasil,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Baleg DPR Targetkan Draf RUU Hak Cipta Rampung April 2026
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Manfaat Ubi Jalar untuk Sahur
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pramono: Sekarang ini Kondisi Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Kita Harus Berpikir
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jelang Lebaran, Pasar Sandang Tegal Gubug Cirebon Ramai Pemburu Baju Lebaran
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Link Live Streaming Newcastle vs Barcelona, Kick-off Jam 03.00 WIB
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.