JAKARTA, DISWAY.ID - Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 menargetkan transaksi sebesar Rp53,38 triliun.
Program yang digelar mulai 6–30 Maret 2026 ini melibatkan lebih dari 400 pusat perbelanjaan dan sekitar 80 ribu toko di berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA:Napi Nusakambangan Kabur, Curi Kapal Nelayan Namun Berhasil Ditangkap Warga
BACA JUGA:Geram Pegawainya Kena OTT, Purbaya Ultimatum Para Petinggi di Kemenkeu
Program yang digagas oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) bersama pemerintah ini sebagai upaya mendorong konsumsi domestik selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Acara pembukaan dihadiri oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia; Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia; Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah; Ketua Umum (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) APPBI,
Alphonzus Widjaja; Lenny Tjandra, Direktur The Foodhall; serta Yovan Sudarma, Vice President Government Affairs Lazada Indonesia, bersama perwakilan kementerian, asosiasi industri, pelaku usaha ritel, dan mitra strategis.
Tercatat program BINA Lebaran 2026 ini melibatkan sekitar 800 merek dari berbagai kategori.
BACA JUGA:Bank Jakarta Dorong Sistem Pembayaran Non-tunai pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
BACA JUGA:Sultan DPD RI Apresiasi TNI Aktif dalam Pembangunan Jembatan untuk Pemulihan Banjir Sumatera
Produk yang ditawarkan meliputi fashion, elektronik, kebutuhan rumah tangga, makanan, dan minuman dengan promo serta potongan harga hingga 70 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat konsumsi domestik di tengah momentum Ramadan dan Lebaran yang biasanya menjadi periode belanja terbesar masyarakat.
“Untuk periode kali ini berlangsung sekitar 25 hari dari tanggal 6 hingga 30 Maret. Sejak Januari konsumsi masyarakat sudah cukup bergeliat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada di level 127 yang menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi,” ujar Airlangga dalam keterangannya pada Selasa, 10 Maret 2026.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan-Idul Fitri.
BACA JUGA:Jakarta Ramadan Festival Dimulai, Hadirkan Beragam Hiburan Religi hingga Pesta Diskon
- 1
- 2
- 3
- 4
- »




