JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tak perlu melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying usai perang Iran-Israel.
Ia menjelaskan bahwa stok BBM di Indonesia mencukupi. Ketua Umum Partai Golkar ini meluruskan maksud stok 20 hari tersebut merupakan kapasitas storage BBM.
BACA JUGA:Asyik! Jasa Marga Kasih Diskon 30 Persen untuk Sejumlah Ruas Tol Saat Arus Mudik-Balik Lebaran 2026
BACA JUGA:Misbakhun: Kenaikan Harga BBM Harus Jadi Opsi Terakhir Tangani Gejolak Minyak Dunia
"Saya menyarankan dan meminta tdk perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup, jadi yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan usai persediaan itu habis maka akan datang lagi persediaan selanjutnya. Terlebih, kata dia, di Timur Tengah, Indonesia hanya melakukan impor minyak mentah di Timur Tengah.
"Tapi itu kan dia pergi dan dateng lagi industri kita jalan terus dan impor kita ga ada masalah apalagi di timur tengah itu kita cuma impor crude minyak mentahnya sementara minyak jadinya kita impor dari negara asia tenggara dan produksi dalam negeri. Jadi harusnya ga perlu ada sampe (panic buying) begitu ya," imbuhnya.
BACA JUGA:Safari Ramadan 2026, PGN Salurkan Bantuan untuk Ribuan Anak di 350 Lebih Yayasan
BACA JUGA:Lihat Pasar Tanah Abang Ramai, Menkeu Purbaya Sebut RI Jauh dari Kata Resesi
Bahlil menjelaskan, gejolak harga minyak internasional memang berpotensi berdampak pada anggaran pemerintah, terutama terkait peningkatan kebutuhan subsidi energi.
Namun pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
“Kalau terus terjadi, pasti dampaknya pada anggaran pemerintah karena akan menambah kebutuhan subsidi. Tapi kita sedang memitigasi dengan mencari sumber energi lain selain energi fosil, termasuk energi nabati,” kata Bahlil.
Sementara itu, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto memastikan tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) usai harga minyak dunia melonjak.
BACA JUGA:Alhamdulillah, IHSG Ditutup Menghijau usai Terpuruk di Tengah Konflik Iran-Israel
BACA JUGA:Dosen Universitas Esa Unggul Jadi Satu-satunya Pakar Ekonomi di Forum Inovasi Kesehatan Inggris–Indonesia
- 1
- 2
- »





