Jalan Kudus-Purwodadi masih terdapat banyak lubang menjelang lebaran Idul Fitri tahun ini. Titik lubang di Desa Medini di Jalan Kudus-Purwodadi setidaknya sudah menelan korban hingga mengalami luka-luka.
Pantauan kumparan pada Selasa (10/3) di Jalan Kudus-Purwodadi terdapat beberapa lubang. Lubang tersebut berada di beberapa desa di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus yang terdapat di sepanjang Jalan Kudus-Purwodadi.
Beberapa lubang itu berada di Desa Undaan Lor, Desa Undaan Tengah, Desa Undaan Kidul, Desa Sambung, Desa Medini dan Desa Kalirejo. Keseluruhan berada di Kecamatan Undaan.
Lubang di Desa Undaan Lor terdapat satu titik. Di Desa Undaan tengah juga terdapat satu lubang di sekitar gang 3.
Sedangkan di Desa Undaan Kidul terdapat tiga lubang. Kemudian di depan Polsek Undaan ada satu lubang. Sementara itu, lubang yang tampak rusak parah berada di Desa Medini. Di titik ini pernah menelan korban hingga mengalami luka-luka.
Di sepanjang Jalan Kudus-Purwodadi itu dilalui berbagai kendaraan. Mulai dari sepeda motor, mobil, truk box, truk berukuran kecil hingga truk gandeng berukuran besar. Setiap truk yang melintas membawa muatan dengan jumlah sedikit sampai jumlah besar.
Warga Desa Medini, Rochim, menyampaikan pekan lalu lubang jalan tersebut memakan korban. Ia menjelaskan, kejadiannya pada Kamis (5/3) sekitar pukul 07.00 WIB terjadi tabrakan adu banteng dari arah berlawanan. Kedua korban merupakan perempuan, satu orang melintas dari arah utara ke selatan, satunya lagi dari selatan hendak ke utara.
"Keduanya dari arah berlawanan menghindari lubang, tetapi sama-sama terlalu ke tengah jalan sehingga saling bertabrakan. Keduanya mengalami luka-luka," katanya saat ditemui di lokasi, Selasa (10/3).
Ia menambahkan, kejadian itu bukanlah yang pertama. Pada November 2025 pernah juga terjadi kecelakaan.
"Saat itu ada seorang ibu menghindari lubang yang besar, tetapi justru kejeglong lubang yang kecil. Pengendara itu dagu dan pelipisnya robek," ungkapnya.
Menurutnya, lubang di Desa Medini Jalan Kudus-Purwodadi itu lumayan parah. Bagian kerangka besi sudah mulai tampak. Selain itu aspalnya sudah mengelupas.
"Kalau hujan tidak terlihat lubangnya. Ditambah lagi di sini jalur mudik Kudus-Purwodadi dengan lalulintas yang padat dan jalurnya sempit," ungkapnya.
Ia berkeinginan agar lubang di sepanjang Jalan Kudus-Purwodadi ditambal. Sehingga tidak membahayakan pengendara yang melintas.
"Pertengahan Januari 2026 memang sudah ditambal. Tetapi bulan Februari 2026 rusak lagi karena di jalan ini banyak truk-truk berukuran besar melintas. Semoga segera diperbaiki," imbuhnya.
Sementara itu, Warga Kabupaten Demak, Slamet Widodo yang sedang mencari rumput di sekitar Jalan Kudus-Purwodadi berkeinginan agar lubang tersebut diperbaiki. Keinginan itu agar tidak memakan korban.
"Saya juga pernah merasakan jatuh kena lubang di daerah Demak. Sebaiknya lubang di jalan ini diperbaiki," terangnya.
Menurut dia, kondisi lubang menjadi berbahaya saat musim hujan. Sebab, kedalaman lubang tak terlihat. Akibatnya bisa mencelakai pengendara yang melintas.
"Kasihan kan kalau ada ibu-ibu membonceng anak-anak kemudian terkena lubang dan terjatuh," imbuhnya.
Warga Kabupaten Kudus, Ahmad menyampaikan lubang di Jalan Kudus-Purwodadi lumayan banyak. Sepengetahuannya paling parah di Desa Medini dan Desa Kalirejo.
"Sepanjang jalan ini (Jalan Kudus-Purwodadi, red masih ada lubang. Paling parah lubang di Desa Medini dan di Desa Kalirejo," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Harry Wibowo mengatakan, informasi dari Balai Jalan Provinsi Jawa Tengah maupun Dinas PUPR Jawa Tengah akan dilakukan perbaikan. Namun, pihaknya belum mengetahui waktu persisnya.
"Kami belum mendapatkan informasi detail apakah dilakukan betonisasi atau penambalan. Jalan Kudus-Purwodadi ini merupakan jalan provinsi," katanya, Selasa (10/3).
Ia menambahkan, sebenarnya pihak Dinas PUPR Kudus diperbolehkan untuk melakukan penambalan. Namun, harus berkoordinasi dengan Dinas PUPR Jawa Tengah terlebih dahulu sehingga tidak terjadi miskomunikasi.
"Kami sudah pernah menambal lubang di Desa Medini, tetapi memang rusak lagi," ujarnya.
Mobilitas di Jalan Kudus-Purwodadi yang ramai ditambah adanya truk besar yang melintas disinyalir membuat jalan cepat rusak. Di sisi lain menurutnya cuaca yang masih berubah-ubah belum mendukung apabila dilakukan penambalan jalan.
"Titik lubang di Desa Medini di tahun ini belum bisa kami lakukan karena terkendala anggaran," imbuhnya.




