Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan pemerintah berusaha ikut aktif dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah saat ini.
Listyo mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto berusaha mendorong perdamaian dunia bisa segera terwujud.
"Presiden berusaha untuk ikut aktif dalam menyelesaikan atau mendorong agar perdamaian segera terwujud. Tentunya dengan beberapa diplomasi yang beliau lakukan baik dengan Amerika maupun dengan negara-negara teluk dan negara-negara Eropa," ujar Listyo saat acara Silaturahmi dan Safari Ramadan bersama KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Jawa Timur di Surabaya, Selasa (10/3).
"Kenapa itu dilakukan? Karena memang saat ini lembaga-lembaga universal yang saat ini sudah terbentuk seperti PBB dan negara-negara lain saat ini tidak dianggap oleh Trump sehingga mau tidak mau kita mencoba untuk masuk melalui jalur yang dibentuk oleh Trump. Walaupun tentunya kita juga akan menghitung efektif atau tidak. Namun paling tidak seluruh upaya untuk bisa mendamaikan situasi di Timur Tengah itu harus kita lakukan," lanjutnya.
Listyo mengajak seluruh masyarakat untuk siap-siap menghadapi apabila konflik di Timur Tengah berjalan panjang.
"Dan kalau harga minyak tidak bisa kita kendalikan, tentunya implikasinya akan berdampak kepada harga-harga. Karena memang kemudian akan berdampak pada masalah harga logistik, logistik kemudian naik harga dan itu tentunya akan membebani masyarakat dan juga fiskal," ucapnya.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah berusaha dengan segala macam upaya menahan meski kondisi global yang terjadi saat ini.
"Namun bagaimana supaya pemerintah tetap bisa menjaga harga-harga dan lonjakan-lonjakan yang terjadi semaksimal yang bisa kita lakukan," katanya.
Ia juga meminta dukungan serta doa kepada seluruh masyarakat atas kondisi sekarang untuk bersatu.
"Dan salah satunya adalah ke depan apa yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa kita tengah masuk pada situasi realisme di mana menghadapi kondisi-kondisi yang ada mau tidak mau kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri," kata dia.
"Oleh karena itu beliau selalu mendorong swasembada pangan terkait dengan ketahanan pangan. Beliau selalu mendorong swasembada energi agar di situasi-situasi seperti ini maka Indonesia kemudian tidak tergantung dengan hal-hal yang sifatnya harus impor dari negara lain," imbuhnya.





