Penulis: Agus Alfian
TVRINEWS - Kuching
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dinilai memiliki potensi besar sebagai gerbang perdagangan lintas negara antara Indonesia dan Malaysia. Selain menjadi jalur perlintasan masyarakat perbatasan, kawasan ini mulai berkembang sebagai pintu ekspor berbagai komoditas unggulan daerah.
Saat ini, PLBN Badau tidak hanya berfungsi sebagai titik mobilitas orang, tetapi juga menjadi jalur distribusi ekspor komoditas perikanan air tawar serta produk perkebunan dari wilayah timur Kalimantan Barat menuju pasar Malaysia. Potensi tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Abdullah Zulkifli, menegaskan pintu perbatasan darat internasional di wilayah timur Kalimantan Barat perlu terus diperkuat untuk mendukung aktivitas ekspor. Penguatan itu penting agar potensi komoditas daerah dapat terserap lebih luas di pasar negara tetangga.
Menurutnya, hasil kunjungan langsung ke kawasan Pos Lintas Batas Negara Badau menunjukkan peluang ekspor yang cukup menjanjikan. Komoditas seperti ikan air tawar dan bungkil kelapa sawit menjadi produk yang memiliki permintaan di pasar Malaysia.
“Hasil kunjungan kita di PLBN Badau, dari sisi ekspor ternyata sangat bagus, seperti ikan dan bungkil kelapa sawit. Ini perlu terus kita dorong agar semakin berkembang,” ungkap Zulkifli, selasa 10 Maret 2026.
Melalui perwakilan RI di Malaysia, kata Zulkifli, KJRI Kuching berkomitmen membantu mempertemukan pelaku usaha dengan importir di Malaysia. Upaya ini diharapkan mempermudah proses perdagangan produk Indonesia yang dikirim melalui jalur perbatasan.
Selain komoditas besar, KJRI juga siap membuka peluang pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kapuas Hulu. Produk kerajinan masyarakat perbatasan dinilai memiliki nilai jual dan potensi pasar di Malaysia.
"Satu hal yang menjadi catatan kami dari kunjungan ke PLBN Badau, yakni pentingnya optimalisasi jalur perbatasan sebagai pintu perdagangan lintas negara," ujarnya.
Oleh sebab itu kata Zulkifli, dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi PLBN Badau sebagai simpul ekonomi baru di kawasan perbatasan. Dengan optimalisasi ekspor dan promosi produk lokal, perbatasan tidak hanya menjadi batas wilayah, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews





