Liputan6.com, Jakarta - Francine Widjojo, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menerapkan sistem hari pengambilan sampah berdasarkan jenisnya.
Desakan ini menyusul persoalan pengelolaan sampah di Jakarta, termasuk insiden longsor di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Francine menilai pengelolaan sampah Jakarta tidak bisa lagi ditangani dengan pola lama.
Advertisement
"Sampah ini bisa menjadi berkah, tapi juga bisa menjadi musibah. Mulai dari polusi, banjir, perubahan iklim ekstrim, hingga menimbulkan korban jiwa baru-baru ini," kata Francine dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang ada dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Jakarta menghasilkan sekitar 9.180 ton sampah per hari pada 2025. Francine merinci komposisi sampah tersebut didominasi sisa makanan.
"Di mana hampir dari 50 persen, yaitu 49,87 persen merupakan sampah sisa makanan. Kemudian 22,95 persen sampah plastik dan 17,24 persen sampah kertas atau karton," ucap Francine.
Francine menuturkan, pengelolaan yang tepat terhadap tiga jenis sampah utama itu berpotensi secara signifikan mengurangi beban pembuangan sampah di Bantargebang.



