REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Sebagian bangunan SMP Muhammadiyah Cilibur dan badan jalan di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambruk akibat longsor, Ahad (8/3/2026) sekitar pukul 08.20 WIB. Longsor terjadi setelah tanah di lereng belakang sekolah bergerak dan menyeret struktur bangunan serta badan jalan di sekitarnya hingga runtuh.
Material longsoran turut terbawa hingga ke aliran Sungai Longkrang di bawah lokasi kejadian. Akibatnya, akses jalan desa yang menghubungkan Cilibur menuju Beran, yang menjadi satu-satunya jalur menuju Bumiayu, terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes yang turun ke lokasi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, cuaca ekstrem di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Purbalingga terjadi pada Jumat (6/3/2026). Di Brebes 38 kepala keluarga terdampak dan di Purbalingga ada 93 kepala keluarga dengan kerusakan rumah dalam berbagai kategori. "Selain itu, tanah longsor terjadi di Kabupaten Brebes pada Jumat (6/3) yang berdampak pada sekitar 176 kepala keluarga atau 546 jiwa. Sebanyak 142 jiwa mengungsi dan 143 rumah terdampak, terdiri dari 52 rumah rusak berat dan 91 rumah rusak sedang. Saat ini layanan dapur umum dan pelayanan kesehatan masih diberikan kepada para pengungsi.