Antusiasme Tinggi, Perusahaan Hunan Hadiri Forum Bisnis KBRI Beijing

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Hunan dan China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Hunan Sub-Council menyelenggarakan Indonesia-China Business Dialogue bertema “Shared Resilience, Shared Future: Investing for a Sustainable Partnership” di Hotel Niccolo Changsha, Tiongkok.

Sekitar 200 perusahaan asal Indonesia maupun Tiongkok memadati forum bisnis ini. Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Y.M. Djauhari Oratmangun, menyampaikan semakin tingginya kepercayaan komunitas bisnis Tiongkok terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan sejumlah industri asal Hunan dalam berinvestasi di Indonesia menarik minat pebisnis lain untuk mengikuti jejak kesuksesan tersebut. Kepercayaan ini dibuktikan melalui angka perdagangan dan investasi yang terus meningkat.

"Pada tahun lalu, total perdagangan kedua negara mencapai USD 167,48 miliar, dengan peningkatan ekspor Indonesia sebesar 16,7 persen,” ujar Dubes Djauhari, melalui keterangan tertulis, Selasa (10/3).

Investasi dari Tiongkok dan Hong Kong di Indonesia telah mencapai USD 18,1 miliar, menjadikannya sumber investasi asing terbesar bagi Indonesia.

Forum ini menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang yakni, Sekretaris Deputi Bidang Konektivitas, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan; EVP Operasi Sistem Ketenagalistrikan PT. PLN (Persero), dan Kepala Kantor BI Beijing. Dari kalangan swasta juga hadir untuk berbagi perspektif bisnis, yakni CNGR Indonesia dan Etana Biotechnologies, dan Forest First Internasional.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Wakil Duta Besar RI, dr. Irene, para pembicara menyoroti berbagai peluang kerja sama di bidang konektivitas dan logistik, penguatan infrastruktur energi dan jaringan listrik nasional berbasis energi terbarukan, hilirisasi mineral, ekonomi hijau, hingga industri kesehatan dan bioteknologi.

Empat komitmen kerja sama baru diumumkan dalam forum ini. Kerja sama tersebut adalah program pengembangan sumber daya manusia dari CNGR kepada pemerintah Indonesia, kerja sama kolaborasi riset antara CNGR dengan Universitas Gadjah Mada, kerja sama bantuan battery storage dari Pingalax kepada Pemerintah Indonesia, dan kerja sama bisnis pengolahan bauksit dan alumina antara China Mining (Shanxi) Energy Group dengan PT Berkah Inti Energi, PT Anugerah Mineral Global, dan PT Mitra Sejahtera Mandiri.

Selain sesi dialog dan presentasi, secara paralel juga diselenggarakan sesi business matching (one-on-one meeting) antara Indonesia Investment Promotion Centre Beijing dengan lebih dari 60 pengusaha dan investor potensial Hunan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya diplomasi ekonomi KBRI Beijing untuk memperluas kerja sama Indonesia dengan berbagai provinsi di Tiongkok, termasuk Provinsi Hunan yang menjadi salah satu pusat industri manufaktur, konstruksi, dan teknologi di Tiongkok.

Sebagai rangkaian dari kunjungan KBRI Beijing ke Changsha, pada tanggal 9 Maret 2026 Dubes Djauhari juga telah bertemu dengan Wakil Gubernur Hunan untuk mendorong berbagai area kerja sama antara Indonesia dan Hunan, khususnya di bidang ekonomi dan sosial budaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terpopuler News: OTT Bupati Rejang Lebong Diamankan KPK, hingga Aturan THR dan Gaji PNS, TNI, Polri dan Pensiunan
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
35 Orang Gen Z Masuk Jajaran Orang Terkaya di Dunia, Ini Sosoknya
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Video: Australia Kirim Pesawat Intai dan Rudal ke Timur Tengah
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Presiden FIFA: Donald Trump Menegaskan Timnas Iran Boleh Main di Piala Dunia 2026
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Mahfud MD: Tim Reformasi Polri Hasilkan 7 Buku Tebal dan 3 Dokumen Pengantar
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.