Cerita Engineer Asal Tangerang Bertahan di Iran di Tengah Konflik: Setiap Hari Ada Ledakan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Segar (58), seorang engineer asal Kota Bumi, Kabupaten Tangerang, menceritakan pengalamannya bertahan di Teheran, Iran, saat situasi negara tersebut memanas akibat berkonflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Selama dua tahun tinggal di sana, ia mengaku hampir setiap hari mendengar suara ledakan.

“Ya, hampir. Daily bombing itu ada," ujar Segar saat ditemui setelah tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Banting Setir Hindari Jalan Berlubang, Truk Tabrak Mobil di Tol JORR

Segar mengatakan, suara ledakan itu tidak mengenal waktu. Dentuman bisa terdengar pada pagi, siang, maupun malam hari.

Beberapa kali, dentuman keras bahkan membangunkannya dari tidur.

"Sekitar jam 04.00 atau jam 06.00 pagi kebangun karena suara ledakan," kata dia.

Menurut Segar, jarak lokasi ledakan dari tempat tinggalnya tidak terlalu jauh, yakni sekitar satu hingga dua kilometer.

Dengan jarak yang relatif dekat tersebut, suara dentuman terdengar jelas dari tempat ia berada.

Kondisi itu membuat kehidupan sehari-hari terasa tidak tenang dan sering kali diselimuti rasa waswas.

Baca juga: Kronologi Penyekapan 5 Pegawai SPBU di Babelan Bekasi, Rp 130 Juta Dirampok

Oleh sebab itu, ketika Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) membuka kloter evakuasi ke Indonesia, ia segera mendaftarkan diri.

Ia mendaftar setelah tiga hari menunggu kabar dari KBRI terkait kepastian evakuasi.

“Waktu itu kita dipulangkan ke asrama sambil menunggu informasi dari KBRI,” kata Segar.

Menurut dia, sebagian WNI memilih meninggalkan Iran secara mandiri karena khawatir dengan situasi keamanan yang semakin tidak menentu.

Namun, ia memilih menunggu arahan dari pemerintah Indonesia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Lebih baik menunggu dari KBRI. Itu lebih aman, lebih terkoordinasi, dan lebih terjamin,” kata dia.

Setelah mengikuti proses evakuasi, Segar akhirnya tiba di Indonesia bersama sejumlah WNI lainnya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bazar Prime Ramadan Jakarta Diserbu Warga, Paket Sembako Murah Jadi Incaran
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ramalan Karier Zodiak 11 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!
• 7 jam lalusuara.com
thumb
IHSG Anjlok Tajam, Gelombang Jual Hantam Bursa Dunia
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kekhawatiran Gangguan Energi Global Meningkat, DPR Soroti Indonesia Belum Miliki Cadangan Strategis Minyak
• 22 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.