Ulama, Quraish Shihab, menjadi penceramah dalam acara Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/2). Dalam ceramahnya, Quraish menyampaikan sejumlah hal tentang keberagaman.
"Perbedaan sama sekali tidak menimbulkan pertentangan. Perbedaan yang dikehendaki Al-Qur'an itu adalah sama dengan falsafah bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika," kata Quraish.
Di akhir ceramahnya, dia juga mendoakan Presiden Prabowo Subianto.
"Saya hanya bisa berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami rakyat, dalam arti Tuhan mentakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat, maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak," ucap dia.
"Tapi kalau Bapak, kalau Yang Mulia katanya, menjabat jabatan ini karena takdir Yang Mulia untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itu doa kami kepada Bapak," sambungnya.
Setelahnya Quraish mengakhiri ceramahnya. Ia lalu beranjak berdiri dari tempat duduknya di atas panggung sambil dibantu dua orang.
Melihat Quraish yang sudah kesulitan berjalan, Prabowo beranjak dari kursinya. Prabowo langsung menggenggam tangan Quraish dan membantunya menuruni tangga.
Mereka juga sempat berbincang sejenak sebelum akhirnya Quraish dituntun Prabowo kembali duduk di kursinya.





