28 Kasus Campak di Awal 2026, Dinkes Bandung Gandeng Tokoh Edukasi Imunisasi

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menggandeng tokoh agama dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya imunisasi campak rubella. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan cakupan vaksinasi yang masih berada di bawah target nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, mengatakan keterlibatan tokoh agama dinilai penting untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat, terutama bagi kelompok yang masih ragu terhadap vaksin.

“Dinas Kesehatan sudah melakukan pertemuan, sosialisasi, dan koordinasi dengan organisasi keagamaan seperti Fatayat NU, Aisyiyah, dan PERSISTRI terkait pentingnya imunisasi,” kata Dadan, Selasa (10/3).

Menurutnya, kolaborasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi salah satu strategi untuk melawan penyebaran informasi hoaks terkait vaksin yang masih banyak beredar di media sosial.

Dadan menyebutkan, masih terdapat sebagian orang tua di Kota Bandung yang menolak imunisasi bagi anaknya karena terpengaruh informasi yang tidak benar, kekhawatiran terhadap kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), maupun kekhawatiran terkait penyuntikan ganda.

Padahal, akses layanan imunisasi di Kota Bandung dinilai sudah sangat mudah. Layanan tersebut tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta, dengan ketersediaan vaksin yang mencukupi.

“Fasilitas kesehatan di Kota Bandung cukup banyak dan melayani imunisasi. Ketersediaan vaksin juga masih sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Selain menggandeng tokoh agama, Dinkes Kota Bandung juga memperkuat layanan imunisasi rutin di puskesmas dan posyandu, serta melakukan pelacakan sasaran imunisasi atau defaulter tracking untuk memastikan anak yang belum mendapatkan vaksin dapat segera dijangkau.

Program imunisasi kejar atau sweeping juga terus dilakukan, termasuk melalui kegiatan jemput bola ke sekolah maupun posyandu.

Langkah tersebut dilakukan seiring dengan adanya peningkatan kasus campak di Kota Bandung sejak awal tahun 2026. Berdasarkan data Dinkes, pada Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 194 kasus suspek campak, dengan 28 di antaranya terkonfirmasi positif.

Sementara itu, sepanjang tahun 2025 tercatat 559 kasus suspek campak, dengan 59 kasus positif.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada wilayah di Kota Bandung yang ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena setiap kasus yang ditemukan belum memiliki hubungan epidemiologi yang memenuhi kriteria penetapan KLB.

Dadan menambahkan, Dinkes Kota Bandung menargetkan cakupan imunisasi campak rubella mencapai 95 persen secara merata di seluruh wilayah pada tahun 2026.

Ia berharap keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin sehingga anak-anak di Kota Bandung mendapatkan perlindungan dari penyakit campak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Periode Mudik Lebaran, Jetour Demonstrasikan Kekuatan Bodi SUV T2
• 46 menit lalurepublika.co.id
thumb
Tebing 30 Meter di Brebes Longsor, Bangunan Sekolah Lenyap
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Duplikat Jembatan Pasar Sentral Maros Bakal Dibangun
• 18 jam laluharianfajar
thumb
BRI Insurance Salurkan Air Bersih & Perlengkapan Sekolah ke Warga Terdampak Bencana Longsor
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Bank Negara Indonesia Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar dalam RUPST 2026
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.