Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar, mengungkap adanya penurunan jumlah calon jemaah umrah Indonesia. Penurunan terjadi imbas perang antara Iran dengan Israel-AS.
Dahnil menyebut, banyak calon jemaah yang mempertimbangkan faktor keselamatan buntut adanya perang tersebut.
"Data kami memang ada penurunan ya yang berangkat, karena mempertimbangkan keselamatan dan dinamika konflik itu tadi," kata Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3).
Menurut Dahnil, hingga saat ini pihaknya masih berupa untuk mengimbau kepada calon jemaah umrah agar menunda keberangkatan.
"Karena kan apa pun bisa terjadi, kita nggak tidak tahu eskalasi konflik di Timur Tengah seperti apa karena dinamikanya sangat dinamis dan setiap saat mengalami perubahan," jelasnya.
Kemenhaj Lakukan Pengawasan Jemaah UmrahKepulangan jemaah umrah pun terus dipantau oleh Kemenhaj. Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengatakan tim di lapangan terus melakukan pemantauan serta menjembatani komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan.
“Tim di lapangan terus melakukan koordinasi dengan maskapai, penyelenggara perjalanan, serta pihak terkait untuk membantu memastikan proses pemulangan jemaah dapat berjalan sesuai jadwal penerbangan yang tersedia,” ujar Ilham beberapa waktu lalu.
Sejuah ini, total kepulangan jemaah mencapai 19.509 orang sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026. Pada 8 Maret tercatat 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia.
Ilham menegaskan bahwa tim akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses perjalanan jemaah dapat berjalan dengan baik.
“Koordinasi dan pemantauan akan terus kami lakukan bersama pihak terkait agar proses kepulangan jemaah dapat berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.





