Pemerintah Thailand mewajibkan sebagian besar instansi pemerintah menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk menekan konsumsi bahan bakar di tengah meningkatnya risiko pasokan energi global.
Dikutip dari Bloomberg, Selasa (10/3), Sekretaris Jenderal Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand, Danucha Pichayanan, mengatakan kebijakan kerja jarak jauh diterapkan untuk menekan konsumsi energi di tengah ketidakpastian pasokan.
"Pemerintah Thailand akan mewajibkan sebagian besar instansi pemerintah untuk menerapkan sistem kerja dari rumah sepenuhnya sebagai bagian dari langkah-langkah darurat untuk menekan permintaan energi," ucap Danucha.
Kata dia, keputusan itu bagian dari langkah antisipasi pemerintah terhadap potensi gangguan pasokan energi yang dapat memicu lonjakan harga.
"Langkah tersebut yang disetujui oleh kabinet pada hari Selasa, bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi di tengah meningkatnya risiko pasokan," sambung dia.
Selain menerapkan sistem kerja dari rumah, pemerintah Thailand juga meminta pejabat negara menunda perjalanan dinas luar negeri yang tak mendesak selama periode kebijakan tersebut berlangsung. Hanya pertemuan internasional yang dinilai penting yang tetap diizinkan.
"Kabinet juga mendesak para pejabat pemerintah untuk menangguhkan perjalanan luar negeri yang tidak penting selama periode tersebut, dan hanya mengizinkan pertemuan internasional yang penting," lanjut Danucha.
Upaya penghematan energi juga dilakukan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah Filipina mulai menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan bagi kantor pemerintahan guna mengurangi konsumsi energi.
"Filipina, yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyaknya, juga telah memulai sistem kerja empat hari seminggu untuk kantor-kantor pemerintah sebagai upaya menghemat energi karena ketegangan di Timur Tengah mendorong harga bahan bakar lebih tinggi," jelasnya.





