JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Utama Jasa Marga Rivan Purwantono mengatakan peningkatan populasi kendaraan listrik menjadi salah satu perhatian dalam kesiapan operasional jalan tol selama periode mudik Lebaran 2026.
Menurut dia, penjualan mobil listrik di Indonesia mengalami kenaikan signifikan dalam dua tahun terakhir.
“Penjualan mobil listrik meningkat dari sekitar 46 ribu unit pada 2024 menjadi sekitar 104 ribu unit pada 2025,” kata Rivan dalam media briefing kesiapan operasional mudik Lebaran di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dengan meningkatnya jumlah kendaraan listrik tersebut, kebutuhan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalan tol juga semakin besar.
Oleh karena itu, Jasa Marga terus memperkuat informasi dan layanan bagi pengguna kendaraan listrik, termasuk melalui aplikasi Travoy.
Baca Juga: MTI dan KPAI Usul Larangan Mudik Sepeda Motor Bawa Anak pada Lebaran 2026
“Aplikasi ini menyediakan berbagai informasi seperti kondisi lalu lintas secara real time, lokasi rest area, serta lokasi SPKLU untuk kendaraan listrik,” ujarnya, dipantau dari Breaking News Kompas TV.
Ia menjelaskan, data yang ditampilkan dalam aplikasi tersebut berasal dari sistem pemantauan lalu lintas Jasa Marga yang memanfaatkan teknologi CCTV, radar lalu lintas, serta machine learning dan kecerdasan buatan (AI).
“Tingkat akurasi sistem ini mencapai 97 sampai 99 persen,” sebutnya.
Selain itu, Jasa Marga menyiapkan 62 rest area yang siap melayani pemudik di berbagai ruas jalan tol. Rest area tersebut juga menjadi titik penting bagi pengguna mobil listrik untuk beristirahat sekaligus mengisi daya kendaraan.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- mudik mobil listrik
- spklu tol trans jawa
- spklu jalan tol
- mudik lebaran 2026
- arus mudik 2026
- jasa marga





