BMKG Ungkap Penyebab Musim Kemarau 2026 di Jawa Timur Lebih Panjang dan Kering

kompas.tv
13 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi kekeringan akibat musim kemarau (Sumber: Envato by stevanovicigor)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Timur akan mengalami musim kemarau yang lebih kering pada 2026.

Kondisi ini diperkirakan terjadi akibat perubahan dinamika atmosfer dan laut global yang mulai berlangsung pada pertengahan tahun.

BMKG mencatat sekitar 56,9 persen wilayah Jawa Timur diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Namun, waktu awal kemarau tidak terjadi secara bersamaan di seluruh daerah.

Sebagian wilayah diprediksi sudah mulai mengalami kemarau lebih awal pada April 2026, sementara wilayah lainnya baru memasuki musim kemarau pada Juni 2026.

Selain itu, BMKG memperkirakan sekitar 75 persen wilayah Jawa Timur akan memiliki sifat hujan di bawah normal selama musim kemarau.

Baca Juga: Daftar Wilayah yang Akan Alami Musim Kemarau April-Juni 2026 Menurut Prediksi BMKG

Kondisi tersebut berpotensi membuat musim kemarau tahun ini terasa lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca yang dapat terjadi.

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kondisi cuaca di Jawa Timur, termasuk kemungkinan kekeringan pada musim kemarau apabila curah hujan berkurang,” ujar Taufiq, dikutip dari akun Instagram @infobmkgjuanda, Selasa (10/3/2026).

Penyebab Musim Kemarau 2026 Lebih Kering

BMKG memprediksi adanya peluang kemunculan fenomena El Nino pada pertengahan hingga akhir 2026 dengan probabilitas sekitar 50 hingga 60 persen.

Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bmkg juanda
  • musim kemarau 2026
  • jawa timur
  • penyebab
  • lebih kering
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Insentif Kendaraan Listrik Tak Boleh Tanpa Batas
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Produksi Migas 2025 Tembus 1 Juta Barel Per Hari, PHE Ungkap Strategi di 2026
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Rupiah Menguat di Tengah Kekhawatiran Tergerusnya Cadang Devisa RI Imbas Perang Iran-AS
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Gelar Nuzulul Quran Tingkat Negara di Istana Jakarta
• 22 jam lalukompas.com
thumb
PTBA Panen Raya Padi Kalium Humat di Muara Enim
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.