Riuh Surat Permintaan THR RW di Kalideres...

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Polemik soal permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh pengurus lingkungan kembali mencuat.

Kali ini, surat permintaan sumbangan dari pengurus RW di Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, viral di media sosial dan memicu perdebatan di tengah masyarakat.

Permintaan tersebut menjadi sorotan karena dalam surat yang beredar tercantum nominal sumbangan yang berbeda-beda, mulai dari Rp500.000, Rp300.000, hingga Rp200.000.

Surat itu juga mencantumkan sejumlah jabatan pengurus, mulai dari Ketua RW, Wakil Ketua RW, Kamtibmas, Danton, hingga Kasatlak Hansip RW.

Baca juga: Viral Surat Permintaan THR ke Pengusaha, Ketua RW di Kalideres: Saya Cuma Meneruskan

Seluruh surat itu diketahui berasal dari RW 09 Kelurahan Kamal.

Surat lama yang dipakai lagi

Ketua RW 09 Kelurahan Kamal, Wijaya Kusuma, akhirnya memberikan penjelasan setelah surat tersebut ramai dibicarakan.

Ia mengatakan dirinya baru menjabat sebagai Ketua RW beberapa bulan terakhir setelah ketua sebelumnya meninggal dunia.

Menurut dia, format proposal dan daftar jabatan yang tercantum dalam surat merupakan format lama yang sudah digunakan oleh kepengurusan sebelumnya.

"Kalau terkait masalah yang THR-an ya, saya kan nerusin RW almarhum saja. Terus proposalnya pun sama. Nah, terkait nama ABCD, RW, wakil, itu kan memang sudah zaman almarhum kayak gitu, jadi saya nerusin dah kira-kira kayak gitu," jelas Wijaya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Ketua RW di Kalideres Klaim Minta THR ke Perusahaan untuk Bingkisan Pengelola Lingkungan

Ia mengaku tidak mengubah format proposal tersebut karena selama ini praktik serupa sudah berjalan cukup lama di lingkungan itu.

"Memang sudah dari dulu-dulu seperti itu, sudah kenal lah sebetulnya pabrik-pabriknya," kata Wijaya.

Untuk bingkisan Lebaran

Wijaya juga membantah anggapan bahwa surat yang dibuat atas nama berbagai pengurus RW itu digunakan untuk kepentingan pribadi.

Menurut dia, seluruh dana yang terkumpul akan digabungkan dan dipakai untuk membeli bingkisan Lebaran bagi pihak-pihak yang membantu operasional lingkungan.

"Jadi enggak ada kaitannya nih apa RW sekian, wakil sekian, enggak. Semua saya jadiin satu saya bakal beli bingkisan buat THR-an orang-orang saya, RT sama jajarannya, kemudian PPSU juga," ungkapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menjelaskan, bingkisan yang dibeli biasanya berisi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi II DPR Nilai Masukan Pakar Penting dalam Revisi UU Pemilu dan Pilkada
• 9 jam lalupantau.com
thumb
PDIP Soroti Keberadaan Ratusan Lubang Tambang yang Belum Direklamasi di Kalsel
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Film Na Willa: Surat Cinta untuk Masa Kecil tanpa Gawai
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Drainase Proyek Tersumbat di Tamansari Bogor Picu Banjir-Batu Berserakan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Puan Maharani Minta Penjelasan TNI Terkait Perintah Siaga 1 | SAPA MALAM
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.