Harga Emas Dunia Hari Ini (11/3) Bergerak Terbatas di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas global hari ini, Rabu (11/3/2026) bergerak stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar energi. Investor mencermati pernyataan yang saling bertentangan dari pejabat Amerika Serikat terkait perang dengan Iran yang masih berlangsung.

Harga emas batangan di pasar spot diperdagangkan mendekati level US$5.200 per troy ounce atau tepatnya di level US$5.190,68 pada pukul 5.49 WIB. Level harga logam mulia ini mencerminkan pelemahan 0,03% dibandingkan sesi penutupan sebelumnya. Kemarin, emas berbalik naik sekitar 1% di tengah dinamika pasar energi dan mata uang global.

Lonjakan setelah Gedung Putih menyatakan Amerika Serikat tidak mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan unggahan media sosial Menteri Energi AS Chris Wright yang kemudian dihapus.

Kebingungan informasi tersebut memicu fluktuasi di pasar energi. Harga minyak sempat melonjak setelah sebelumnya anjlok pada perdagangan Selasa, sementara indeks dolar AS tercatat melemah sekitar 0,1.

Pada sesi pagi ini, harga minyak dalam posisi beragam. Minyak serpih yang didominasi dari pengeboran di Amerika Serikat (WTI) terpantau menguat 6,03% menjadi US$88,48 per barel. Sedangkan minyak brent turun -11,28% menjadi US$87,8 per barel.

Kementerian Pertahanan AS yang berpusat di Pentagon menyatakan perang akan terus dikobarkan hingga Iran dapat dikalahkan. Pernyataan itu menunjukkan sikap yang lebih agresif dibandingkan sinyal sebelumnya dari Presiden AS Donald Trump yang sempat mengindikasikan bahwa konflik tersebut berpotensi segera berakhir.

Baca Juga

  • Pilah-pilih Saham Andalan Asing di Tengah IHSG yang Sedang Lesu
  • Strategi Atur Portofolio Investasi ala Henan Putihrai AM Saat Pasar Saham Tertekan
  • Arah Harga Emas Setelah Inflasi Tersulut Harga Minyak dari Teluk Persia

Di pasar komoditas, lonjakan harga energi turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Kondisi ini membuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral, termasuk Federal Reserve, menjadi lebih terbatas.

Bagi emas, suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi faktor negatif karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Meski demikian, emas sering digunakan investor sebagai aset likuid untuk menutup kerugian pada portofolio lain saat pasar mengalami tekanan.

Pada perdagangan pagi ini di bursa Singapura, harga perak menguat 0,7% menjadi US$88,90 per troy ounce. Logam mulia lainnya seperti platinum dan paladium juga diperdagangkan lebih tinggi.

Menurut Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, harga minyak yang tetap tinggi dapat meningkatkan inflasi, tetapi belum tentu cukup tinggi untuk mencegah bank sentral AS memangkas suku bunga tahun ini.

Kondisi tersebut dinilai masih memberikan sentimen positif bagi emas karena logam mulia itu sering dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.

Secara tahunan, harga emas masih menunjukkan kinerja kuat dengan kenaikan sekitar seperlima sepanjang tahun ini. Perubahan besar dalam perdagangan global dan dinamika geopolitik yang dipicu kebijakan Trump, termasuk kekhawatiran terhadap independensi The Fed, mendorong minat investor terhadap aset safe haven.

Namun demikian, sejak konflik pecah di Timur Tengah, minat investor melalui instrumen dana yang diperdagangkan di bursa atau ETF justru menurun. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan total kepemilikan emas dalam ETF turun hampir 30 ton pada pekan lalu, menjadi aksi jual mingguan terbesar dalam lebih dari dua tahun terakhir


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Purbaya Janjikan Bonus Pegawai Kemenkeu Jika Penerimaan Naik
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Kabupaten Bekasi Rabu 11 Maret
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Izin Usaha Tak Lengkap, Perusahaan Anak Riza Chalid Ikut Pengadaan Kapal untuk Latihan
• 25 menit lalukompas.com
thumb
Ribuan Buruh Diklaim Bakal Hadiri May Day 2026 di Monas
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Strategi Belanja Saham Diskon, Ada LSIP sampai AKRA Cs Masuk Daftar
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.