Mahfud MD Kritisi Bergabungnya Indonesia ke BoP, Ingatkan Dasasila Bandung

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengkritisi bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP) besutan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kurang strategis.

Mahfud mengatakan, sejak awal sudah banyak pihak yang memprotes keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut.

Menurut dia, salah satu persoalan utama adalah ketidakseimbangan komposisi anggota BoP.

Pasalnya, forum yang membahas perdamaian di Palestina dan Timur Tengah itu justru tidak melibatkan perwakilan Palestina dari awal.

“Kan tidak mungkin bicara keadilan tanpa menyertakan pihak yang akan dikenai objek keputusan untuk perdamaian,” kata Mahfud saat ditemui di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Indonesia Sambut Baik Palestina Bentuk Kantor Penghubung untuk Board of Peace

Selain itu, Mahfud juga mempertanyakan legalitas BoP dalam tatanan internasional.

Ia menilai tidak jelas posisi hukum forum tersebut, termasuk dasar pembentukannya dan produk kesepakatan yang dihasilkan.

“Sebagai apa dia? Bicara apa gitu? Apa produk perjanjian multilateral atau MoU atau apa? Tidak jelas,” tegasnya.

Baca juga: Pemerintah Tangguhkan Pembahasan BoP Usai Eskalasi di Timur Tengah Meningkat

Mahfud menilai, jika ingin memiliki legitimasi internasional, forum semacam itu seharusnya berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ingatkan soal Dasasila Bandung

Ia juga menyebut banyak kritik dari masyarakat karena keberadaan BoP dinilai tidak sejalan dengan Dasasila Bandung, yakni sepuluh prinsip dasar hubungan internasional yang disepakati dalam Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung, Indonesia.

Menurut Mahfud, prinsip tersebut menekankan kesetaraan antarbangsa, penolakan terhadap penjajahan dan agresi, serta pengakuan hak setiap bangsa untuk merdeka.

“Nah Board of Peace ini kayaknya enggak ada, Dasasila Bandung-nya tidak kelihatan,” jelas Mahfud.

Baca juga: Megawati Ungkap Semangat Dasa Sila Bandung Belum Usai: Palestina Masih Menderita

Meski demikian, Mahfud mengatakan sebagian tokoh masyarakat akhirnya menerima penjelasan pemerintah setelah Presiden mengundang sejumlah ulama, tokoh nasional, dan mantan menteri luar negeri untuk berdiskusi.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyatakan Indonesia dapat keluar dari BoP jika forum tersebut tidak memberikan manfaat.

Namun, Mahfud menilai situasi terbaru di Timur Tengah perlu menjadi bahan pertimbangan baru bagi Indonesia untuk keluar dari BoP.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: PPI Dunia Desak Pemerintah Indonesia Keluar dari BoP


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Zodiak Perempuan yang Disebut Punya Jiwa Pemimpin Alami
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Produksi Dipangkas, RI Amankan 150 Juta Ton Batu Bara Buat Domestik
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Nadiem Tegaskan Tak Pernah Campuri Urusan Gojek Setelah jadi Menteri
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pesan Prabowo saat Nuzulul Quran di Istana: Hilangkan Korupsi, Jaga Perdamaian
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Bias AI Matikan Karier Perempuan: Diam-diam Robot Hilangkan Wanita Profesional
• 17 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.