BRI (BBRI) Buka Layanan Terbatas di 186 Unit Kerja pada Periode Libur Idulfitri 2026

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan membuka layanan terbatas di 186 unit kerja pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026.

BRI (BBRI) Buka Layanan Terbatas di 186 Unit Kerja pada Periode Libur Idulfitri 2026. (Foto Anggie/IMG)

IDXChannel - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan membuka layanan terbatas di 186 unit kerja pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Hal ini bertujuan untuk memastikan nasabah tetap terlayani selama libur panjang.

Layanan tersebut mencakup transaksi dasar kecuali kliring, karena operasional Bank Indonesia (BI) tutup.

Baca Juga:
BRI Jadi Kontributor Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional Dukung Penyediaan Hunian Rakyat

"Selain menyiapkan likuiditas, BRI juga memastikan operasional layanan perbankan tetap berjalan melalui pembukaan sejumlah kantor layanan terbatas selama masa libur Lebaran," ujar Direktur Operations and Customer Experience BRI Hakim Putratama di Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.

Selain layanan fisik, BRI menyiagakan jaringan e-channel yang sangat luas seperti ATM & CRM 19.657 mesin, EDC 284.670 perangkat, AgenBRILink lebih dari 1,2 juta agen di seluruh Indonesia dan Merchant QRIS lebih dari 4,6 juta titik.

Baca Juga:
BRI Siapkan Uang Tunai Rp25 Triliun Selama Periode Idul Fitri 2026

Selain itu, kata Hakim, BRI mengalokasikan uang tunai sebesar Rp25 triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi nasabah selama periode libur Idulfitri 2026. Angka ini terdiri dari saldo rata-rata harian sebesar Rp19,7 triliun ditambah cadangan tambahan sebesar Rp5,3 triliun untuk masa layanan tujuh hari Lebaran.

Baca Juga:
Transformasi BRIVolution Reignite Perkuat Pertumbuhan, Laba Anak Usaha BRI Tembus Rp10,38 Triliun

"Kita siapkan tahun ini Rp25 triliun ini bersumber dari saldo ratas BRI sebesar Rp19,7 triliun,” kata dia.

Menurutnya, jumlah persediaan uang kartal tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh perubahan pola perilaku masyarakat yang semakin masif beralih ke transaksi nontunai.

Penurunan penyediaan kas fisik merupakan bagian dari strategi efisiensi perseroan. Pertumbuhan signifikan pada layanan digital seperti BRImo dan QRIS menjadi faktor utama yang mengurangi peredaran uang tunai.

"Kita akan lihat di tahun-tahun berikutnya apakah nanti akan naik atau turun. Tapi sekarang trennya sedang turun karena memang tren belanja dengan QRIS dan penggunaan di BRImo itu lumayan tinggi," kata dia.

Hingga akhir 2025, BRI mencatatkan di antaranya pengguna BRImo mencapai 45,9 juta nasabah atau naik 18,9 persen, nilai transaksi BRImo tembus Rp7.076,9 triliun atau tumbuh 26,4 persen dan volume QRIS melonjak 100 persen menjadi Rp85,6 triliun.

Hakim menambahkan, pergeseran ini memberikan dampak positif bagi operasional bank karena dapat menekan biaya pengamanan dan distribusi uang fisik.

"Tren biaya yang kita buat adalah peningkatan satu, di QRIS, dan peningkatan penggunaan BRImo. Itu yang memberikan impact yang luar biasa terhadap penurunan ketersediaan kas. Jadi, sekarang kan semua rata-rata restoran itu pakai QRIS," ujar dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI Nomor 3 Kasus Kusta Dunia, Menkes Hadiahi Daerah Penemu Pasien Terbanyak
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Timur Tengah Membara, Pemerintah Imbau Masyarakat Tunda Umrah
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Kebangkitan Luar Biasa Bhayangkara FC di BRI Super League 2025/2026: Menang 5 Laga Beruntun, Dekati Papan Atas Klasemen!
• 13 jam lalubola.com
thumb
1.512 SPPG di Pulau Jawa Dihentikan Sementara oleh BGN, Ini Penyebabnya
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Legenda Ajax Ngamuk, Minta Maarten Paes Dikembalikan ke Amerika
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.